This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Anemia dan Fungsi Ginjal pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis Salsha Bila; Nidya Naysa Evra; Afni Mesna Putri; Debie Anggraini
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.186

Abstract

Pendahuluan: Anemia menjadi komplikasi umum pada pasien yang menderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dan memberikan dampak terhadap kualitas hidup pasien. Penurunan fungsi ginjal pada pasien PGK mengakibatkan berkurangnya produksi eritropoietin, peningkatan inflamasi sistemik, defisiensi besi, dan gangguan metabolisme yang berkontribusi pada terjadinya anemia.  Tujuan: menganalisis hubungan antara anemia dan fungsi ginjal pada pasien penyakit ginjal kronis berdasarkan data klinis dan laboratorium. Metode: Kajian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional melibatkan pasien PGK dari berbagai tahap penyakit. Parameter yang dianalisis meliputi kadar hemoglobin, estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR), kadar ferritin, indeks saturasi transferrin, dan penanda inflamasi C-reactive protein (CRP). Hasil: Adanya hubungan negatif antara kadar hemoglobin dan eGFR. penurunan fungsi ginjal berbanding lurus dengan tingkat anemia yang lebih berat. Selain itu, defisiensi besi dan inflamasi ditemukan sebagai faktor penting yang memperburuk kondisi anemia. Kesimpulan : Anemia pada pasien PGK memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan deteksi dini, manajemen nutrisi, dan intervensi medis yang tepat untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk meningkatkan penanganan anemia pada populasi dengan penyakit ginjal kronis.
Karakteristik Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik di RSUP Dr.M.Djamil Padang, Tahun 2021 Yuri Haiga; Debie Anggraini; Meta Zulyati Oktora; Puja Wanandri
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.222

Abstract

Latar Belakang : Human Immunodefeciency Virus (HIV), merupakan virus penyebab Acquired Immune Defeciency Syndrome (AIDS) dengan sistem kerja menyerang darah putih sel CD 4 tergantung dari infeksi opertunistik yang menyertainya. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pasien HIV AIDS dengan infeksi opertunistik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik. Penelitian menggunakan rancangan total sampling menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 31. Hasil : Dari 31 sampel pasien HIV AIDS dengan Infeksi Oportunistik, paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 21 orang (93.5%), usia terbanyak pada dewasa yaitu 21 orang (67.7%), pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta yaitu 11 orang (35.5%), pendidikan terbanyak adalah SMA yaitu 19 orang (61.3%) status pernikahan terbanyak adalah menikah yaitu 13 orang (41.9%) dan pasien terbanyak memiliki infeksi oportunistik adalah Infeksi Mycobacterium tuberculosis sebanyak 12 orang (38.7%). Kesimpulan: Pasien HIV AIDS banyak yang berjenis kelamin laki-laki ,usia 26-45 tahun, pekerjaan wiraswasta,Pendidikan SMA ,pasien sudah menikah dan dengan infeksi oportunisistik terbanyak yaitu infeksi Mycobacterium tuberculosis
Hubungan Hasil Ukur Kadar Kortisol Serum dengan Derajat Keparahan Klinis Neuropati Perifer pada Pasien HIV R. Dhea Pratiwi Novrianti; Yuri Haiga; Debie Anggraini
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.320

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi neurologis yang paling sering dijumpai pada pasien dengan infeksi HIV dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menimbulkan gangguan fungsional yang signifikan. Peningkatan kadar kortisol akibat stres kronik diduga berperan dalam patogenesis neuropati perifer melalui mekanisme perubahan neuroendokrin dan aktivasi proses inflamasi.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Saraf dan Ilmu Biokimia. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025. Jenis penelitian adalah analitik kategorik. Populasi terjangkau pada penelitian adalah semua pasien HIV dengan neuropati perifer di RSUP Dr. Mdjamil Padang. Sampel serum yang diteliti sebanyak 49 sampel dan dilakukan analisis menggunakan metode ELISA. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji spearman, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM Statistic 27.  Hasil: Berdasarkan penelitian, paling banyak pasien HIV berjenis kelamin laki-laki (75,5%), kelompok usia terbanyak dewasa (77,6%) dengan kadar kortisol serum kategori normal (57,1%), serta derajat keparahan klinis neuropati ringan (85,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV menggunakan uji korelasi spearman yang diperoleh nilai korelasi (r) = -0,118, sedangkan nilai signifikan (p) = 0,420. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV.