p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Thyroid Stimulating Hormone pada Bayi Baru Lahir Debie Anggraini; Muhammad Fharel
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.188

Abstract

Latar Belakang:Kelenjar tiroid berperan penting dalam perkembangan dan fungsi berbagai sistem organ, terutama otak, sejak masa neonatal. Fungsi tiroid yang optimal pada bayi baru lahir sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal. Disfungsi tiroid neonatal, seperti hipotiroid kongenital, dapat berdampak signifikan pada perkembangan neurologis dan metabolisme bayi. Oleh karena itu, pemahaman tentang fisiologi tiroid neonatal dan deteksi dini gangguan fungsi tiroid menjadi aspek penting dalam kesehatan anak. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran fisiologi kelenjar tiroid pada bayi baru lahir, mekanisme regulasi hormon tiroid, serta implikasi klinis dari gangguan fungsi tiroid neonatal. Selain itu, dibahas pula program skrining hipotiroid kongenital yang bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan tiroid dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terkini mengenai anatomi, fisiologi, regulasi hormonal, serta gangguan tiroid pada bayi baru lahir. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku teks, dan pedoman kesehatan nasional dan internasional. Hasil: Kelenjar tiroid neonatal memiliki peran utama dalam mengatur metabolisme dan perkembangan otak melalui produksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Produksi hormon ini dikendalikan oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan hipotalamus dan hipofisis. Hipotiroid kongenital merupakan gangguan metabolik yang paling umum pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Program Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) telah diimplementasikan di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengidentifikasi dan mengobati gangguan tiroid neonatal secara cepat dan efektif. Kesimpulan: Fungsi tiroid yang optimal pada bayi baru lahir sangat penting untuk mendukung perkembangan neurologis dan metabolisme. Deteksi dini gangguan tiroid melalui program skrining neonatal menjadi langkah preventif yang krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Peningkatan kesadaran tenaga medis dan orang tua terhadap pentingnya fungsi tiroid neonatal dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.
Korelasi antara Atherogenic Index of Plasma (AIP) dan Parameter Hematologi sebagai Marker Ateroinflamasi pada Pasien Stroke Iskemik Debie Anggraini; Yuri Haiga; Vina Tri Septiana; Soufni Morawati
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.210

Abstract

Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan kondisi neurologis akut yang banyak dipengaruhi oleh proses aterosklerosis dan inflamasi sistemik. Atherogenic Index of Plasma (AIP) adalah indikator yang mencerminkan dislipidemia aterogenik, sedangkan rasio monosit terhadap HDL (MHR) dan leukosit mencerminkan status inflamasi vaskular. Keterkaitan antara kedua parameter ini belum banyak diteliti secara komprehensif dalam konteks stroke iskemik, terutama di populasi Asia Tenggara. Tujuan: Menilai hubungan antara Atherogenic Index of Plasma (AIP) dan parameter hematologi, khususnya Monocyte-to-HDL Ratio (MHR), sebagai marker ateroinflamasi pada pasien stroke iskemik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian adalah 21 pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RS Islam Siti Rahmah Padang. AIP dihitung dari log rasio trigliserida terhadap HDL-C, sedangkan MHR dan leukosit diperoleh dari data hematologi. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Rerata AIP pada pasien adalah 0,15, dengan 42,9% pasien berada pada kategori risiko tinggi. Ditemukan korelasi signifikan antara AIP dan MHR (r = 0,484; p = 0,026), sedangkan korelasi dengan leukosit dan parameter hematologi lain tidak bermakna. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara AIP dan MHR pada pasien stroke iskemik, yang mencerminkan kontribusi dislipidemia dan inflamasi dalam patogenesis stroke. Kombinasi AIP dan MHR berpotensi sebagai marker ateroinflamasi yang praktis dan dapat diintegrasikan dalam penilaian risiko klinis.
Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Cindy Munawaroh Pratama Putri; Gangga Mahatma; Meta Zulyati Oktora; Debie Anggraini
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.231

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan kondisi kronis yang terjadi akibat peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia), yang dapat menyebabkan komplikasi kronis baik makrovaskular maupun mikrovaskular. Salah satu komplikasi mikrovaskular yang dapat terjadi yaitu Nefropati Diabetik. Komplikasi ini sering dijumpai pada 20-40% penderita diabetes serta menjadi penyebab paling utama End Stage Renal Disease (ESRD) atau gagal ginjal stadium akhir. Prevalensi DM tipe 2 yang tinggi menyebabkan banyak penderita DM tipe 2 yang berakhir dengan gagal ginjal stadium akhir akibat nefropati diabetik. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020, dengan 50 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik total sampling. Hasil: Jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 31 orang (62,0%), penderita DM tipe 2 yang mengalami nefropati banyak pada kelompok usia 46-55 tahun (50,0%), dengan lama menderita DM terbanyak selama > 5-10 tahun (42,0%), stadium nefropati diabetik terbanyak yaitu stadium V (92,0%), kadar GDP dalam rentang normal(< 126 mg/dL) yaitu 29 orang (58,0%), nilai tengah kadar ureum yaitu 141,5 mg/dL dan nilai tengah kadar kreatinin yaitu 7,65 mg/dL, serta profil lipid yaitu 29 orang (58,0%) dengan kadar trigliserida tinggi (≥ 150 mg/dL) dan 41 orang (82,0%) dengan kadar HDL rendah( < 40 mg/dL). Kesimpulan: Karakteristik penderita DM tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik pada penelitian ini didapatkan hasil yaitu paling banyak pada perempuan dengan kelompok usia 46-55 tahun dan telah mengalami ESRD serta adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin dan dislipidemia..