p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Tingkat Risiko Jatuh Dan Faktor-Faktor Risiko Jatuh Pasien-Lansia Di Puskesmas Kota-Padang Erdanela Setiawati; Febianne Eldrian; Rosmaini; Muhammad Arif Ilham
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.206

Abstract

Pendahuluan: Populasi lansia terus meningkat. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan lansia berisiko untuk jatuh. Banyak faktor-risiko-jatuh lansia seperti faktor-intrinsik (usia, riwayat-jatuh dan-sebagainya), faktor-ekstrinsik (lingkungan seperti lantai-licin, pencahayaan-kurang dan-sebagainya). Untuk mencegah lansia jatuh, perlu diidentifikasi faktor-risiko dan tingkat-risiko-jatuh lansia. Tujuan-penelitian: mengidentifikasi faktor-faktor risiko-jatuh, mengetahui tingkat-risiko-jatuh, dan menganalisis hubungan faktor-risiko dan tingkat-risiko-jatuh pasien-lansia di Puskesmas-Lubuk-Kilangan Padang. Metode: Penelitian-analitik-kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional, menggunakan data-primer dan data-sekunder, dilakukan pada bulan April-Desember 2024. Sampel adalah pasien-lansia di Puskesmas-Lubuk-Kilangan Kota-Padang, dan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh besar sampel 90 pasien-lansia. Instrumen penelitian adalah Morse-Fall-Scale. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi-frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan Odds-Ratio (OR). Hasil: faktor-faktor-risiko-jatuh yang dimiliki pasien-lansia, berurutan sebagai berikut: terbanyak memiliki faktor-risiko diagnosis-sekunder 68 lansia (75.6%), diikuti gaya-berjalan atau cara-berpindah yang tidak-normal 29 lansia (32.2%), menggunakan alat-bantu-jalan 9 lansia (10.0%), memiliki riwayat-jatuh 8 lansia (8.9%), ada terapi-intravena 1 lansia (1.1%), terakhir  status-mental-dengan-keterbatasan 1 lansia (1.1%). Mayoritas pasien-lansia memiliki tingkat-risiko-jatuh adalah tidak-ada-risiko 62 lansia (68,9%), risiko-rendah 22 orang (24,4%) dan risiko-tinggi 6 orang (6.7%). Hubungan faktor-risiko dengan tingkat-risiko-jatuh. Ada 2 faktor-risiko yang berhubungan dan kekuatan hubungannya sebagai berikut:  1) Riwayat-Jatuh dengan  p-value=0.000 dan OR=4.000;  2) Gaya-Berjalan/Cara-Berpindah dengan p-value=0.012 dan OR=12.500. Ada 4 faktor-risiko yang tidak berhubungan yaitu : 1) Diagnosis-Sekunder dengan p-value=0.330, 2) Alat-Bantu-Jalan dengan p-value=0.108,  3) Terapi-Intravena dengan p-value=1.000, 4) Status-Mental p-value=0.067. Kesimpulan: Kami menemukan faktor-risiko-jatuh terbanyak pasien-lansia di Puskesmas-Lubuk-Kilangan-Padang adalah diagnosis-sekunder. Tingkat-risiko terbanyak adalah tidak-ada-risiko. Analisis hubungan faktor-risiko dengan tingkat-risiko-jatuh: dua berhubungan (Riwayat-Jatuh dan Gaya-Berjalan/Cara-Berpindah), empat tidak berhubungan (Diagnosis-Sekunder, Alat-Bantu-Jalan, Terapi-Intravena, dan Status-Mental).
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Sarik Erdanela Setiawati; Arief Rinaldy; Rosmaini; Fidiariani Sjaaf; Shadilla Hutri Ananda
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.319

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunan angka-kematian-ibu (AKI) adalah melaksanakan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) pada ibu-hamil. Banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil seperti: pengetahuan, dukungan suami, dan-sebagainya. AKI di Indonesia dan di Sumatera-Barat masih tinggi dan jauh dari angka target SDG. Tujuan-penelitian: untuk  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik Metode: Jenis dan rancangan penelitian adalah penelitian analitik-observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah-Kerja Puskesmas-Sungai-Sarik, Kabupaten-Padang-Pariaman, Provinsi-Sumatera-Barat, mulai Juni-2023 sampai-dengan Agustus-2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Sampel-penelitian adalah semua ibu-hamil yang datang ke Puskesmas-Sungai-Sarik pada bulan Juli-Agustus 2024. Besar-sampel ditentukan menggunakan metode total-sampling. Dengan teknik  purposive-sampling diperoleh sampel sebanyak 169 ibu-hamil. Variabel-independen: adalah karakteristik ibu-hamil seperti: usia, pendidikan, pekerjaan, usia-kehamilan, paritas, penghasilan-keluarga, dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil. Variabel-dependen: pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Hasil: Analisis-univariat. Dari 169 ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik, mayoritas berusia 20-35 tahun (78,1%), berpendidikan menengah (SMP-SMA) sebanyak 68,6%, dan tidak bekerja (76,3%). Mayoritas hamil trimester-2 (12-28 minggu) sebanyak 55,6% dan kehamilan-multipara (63,8%). Dari penghasilan-keluarga, mayoritas berpenghasilan-sedang (30,8%), berpengetahuan kurang-baik (53,8%), dan memiliki pelaksanaan-P4K baik (84,6). Analisis-bivariat. Hasil uji Chi-Square didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor pendidikan (p-value=0,028), usia kehamilan (p-value=0,006) dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil (p-value=0,038). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor usia ibu-hamil (p-value=0,169), pekerjaan (p-value=0,319), paritas (p-value=0,794), dan penghasilan-keluarga (p-value=0,512) Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengn pelaksanaan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) yang baik pada ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik adalah faktor pendidikan, usia-kehamilan dan pengetahuan ibu-hamil.