Misrina Rohmatun Ismaniyah
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Anak Luar Nikah pada Pengaturan Hukum Waris dalam Perspektif Adat Jawa Gita Ananda Putri Maylendra; Misrina Rohmatun Ismaniyah
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris adat merupakan aturan tentang perpindahan harta atau hak kebendaan milik pewaris kepada ahli waris yang mana dilakukan dengan menerapkan aturan adat secara turun temurun. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan adat istiadat. Kemajemukan daerah ini membawa keberagaman terhadap hukum adat di setiap daerah. Problematika penegakan hukum waris ini tidak lain berkaitan dengan pemberian hak atas harta kekayaan dan harta benda kepada keturunan pewaris. Namun di satu sisi, fenomena seks bebas menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang mana seks di luar perkawinan dianggap menjadi hal yang lumrah bagi generasi muda. Jika ditinjau dari hukum waris, permasalahan ini berkaitan erat dengan kedudukan anak yang lahir dari hubungan di luar perkawinan yang masih menjadi pertanyaan. Dalam konteks masyarakat adat Jawa, kedudukan anak tersebut masih menghadapi tantangan yang disebabkan masyarakat adat Jawa masih menjunjung tinggi norma keagamaan, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Sehingga masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa anak yang lahir dari hubungan di luar perkawinan bukan merupakan anak sah, dengan demikian dianggap tidak memiliki hak atas harta warisan. Memahami permasalahan tersebut, maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kedudukan anak yang lahir dari hubungan di luar perkawinan yang ditinjau dari hukum waris adat Jawa.
Faktor dan Dampak Pernikahan Dini Dalam Perspektif Undang-Undang Perkawinan Yana Indawati; Syaifullah Umar Said; Misrina Rohmatun Ismaniyah; Wahyu Yuha; Fahriza Dhya Kusuma
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH)
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini atau pernikahan muda dapat diartikan sebagai pernikahan yang dilakukan oleh sepasang lelaki dan perempuan yang usianya masih dibawah umur yang telah diatur oleh undang-undang atau dilakukan ketika remaja muda. Pasal 7 ayat 1 Undang-undang pernikahan Tahun 1974 mengatur usia minimal dalam pernikahan untuk laki-laki dan perempuan atau yang dipandang cakap hukum untuk melakukan pernikahan ialah 19 tahun. Pada hakikatnya, hukum di Indonesia menentang adanya pernikahan dini, karena dilihat dari dampak yang ditimbulkan dapat merugikan negara. Namun realitanya, di Indonesia pernikahan yang dilakukan oleh pengantin yang umurnya dibawah 19 tahun masih banyak terjadi. Sehingga meskipun negara telah mengatur peraturan tentang larangan pernikahan dini, dengan mempertimbangkan fenomena pernikahan dini yang masih terjadi hingga saat ini, negara tidak cukup hanya membuat peraturannya saja. Perlu adanya program yang nantinya dapat mendukung pelaksanaan peraturan tersebut. Dan kontribusi masyarakat dalam mendukung pencegahan terjadinya pernikahan dini merupakan nilai tambah dalam pengurangan presentase pernikahan dini. Maka dengan ditulisnya artikel ini, penulis berharap tulisannya dapat menjadi pengetahuan dan mengedukasi pembaca yang nantinya dapat berdampak untuk mengurangi presentase pernikahan dini yang ada di Indonesia.