Astiti Tenriawaru Ahmad
Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI TINGKAT STRES KERJA PADA GURU DI SD NEGERI PANNARA Rezky Fausiah Nur; Wardah Wardah; Astiti Tenriawaru Ahmad; Nurfajriyanti Rasyid; Amirah Aminanty Agussalim
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.58023

Abstract

Dalam proses belajar-mengajar, pendidik dan tenaga kependidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dilihat dari aspek pembelajaran, peran guru dalam budaya Indonesia mengambil tempat yang dominan. Menjadi seorang pendidik tidaklah mudah dengan memiliki tanggung jawab besar membuat para tenaga pendidik mudah stress, sehingga diadakanlah Psikoedukasi ini. Psikoedukasi adalah modalitas tindakan yang dipimpin profesional yang menggabungkan intervensi pendidikan dan psikoterapi. Adapun tujuan dari Psikoedukasi ini adalah agar para guru wali kelas maupun guru bidang studi mengetahui penyebab stress dan juga bagaimana cara pengelolaan stress, yang mungkin terjadi selama berjalannya proses belajar-mengajar. Edukasi ini menyasar pada guru yang aktif mengajar di SD Negeri Pannara, baik wali kelas maupun guru bidang studi yang secara keseluruhan berjumlah Sembilan belas orang. Psikoedukasi ini dilakukan dalam satu hari yaitu dengan pemberian materi kemudian dilanjut dengan diskusi forum. Hasil dari pelaksanaan Psikoedukasi ini yaitu, partisipan mendapatkan manfaat berupa ilmu pengetahuan mengenai management stress serta dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari terutama pada saat melakukan proses belajar-mengajar.
Seminar Strategi Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Kompetensi Caregiver Novita Maulidya Jalal; M Ahkam Alwi; Astiti Tenriawaru Ahmad; Dian Novita Siswanti; Wulan Nahdila Sapsuha
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78674

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengenali, menilai, dan menyesuaikan respons emosional agar mendukung keberfungsian diri dalam berbagai situasi. Dalam konteks pengasuhan di daycare, caregiver sering menghadapi tantangan berupa perilaku anak yang menantang, seperti tantrum, kesulitan mengikuti arahan, serta resistensi anak saat berpisah dari orang tua. Program Seminar Strategi Regulasi Emosi dirancang untuk meningkatkan kemampuan caregiver dalam mengelola emosi secara adaptif melalui empat tahap, yaitu berbagi pengalaman, pemaparan materi, latihan pernapasan dan mindfulness, serta evaluasi post-test. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa caregiver lebih mampu menerapkan strategi seperti cognitive reappraisal, attentional deployment, dan mindfulness sehingga interaksi dengan anak menjadi lebih responsif dan lingkungan pengasuhan lebih kondusif. Analisis t-test independen menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor evaluasi caregiver dan volunteer, yang mengindikasikan kesetaraan kompetensi setelah mengikuti pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi caregiver dan dapat direkomendasikan sebagai bagian penting dari pengembangan profesional di lingkungan daycare. Pelatihan ini juga berpotensi memperkuat kualitas layanan pengasuhan secara keseluruhan, karena caregiver yang mampu mengelola emosinya dengan baik cenderung memberikan dukungan yang lebih stabil, sensitif, dan adaptif terhadap kebutuhan anak pada fase perkembangan awal. Implementasi berkelanjutan dari pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusional daycare, meningkatkan kualitas interaksi harian, serta mendukung perkembangan emosional anak secara lebih optimal secara berkesinambungan.