Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Hukum Islam dan Hukum Nasional: Studi Kritis atas Harmonisasi Regulasi di Indonesia Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 1 No 03 (2025): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan sistem hukum pluralistik, di mana hukum Islam memiliki posisi signifikan dalam praktik, meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan dalam konstitusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola integrasi hukum Islam ke dalam hukum nasional serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam proses harmonisasi regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis socio-legal research dan desain deskriptif-analitis, data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis regulasi, putusan pengadilan, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hukum Islam berlangsung melalui tiga pola utama: akomodasi, kodifikasi, dan institusionalisasi. Pola akomodasi tercermin dalam UU Perkawinan yang mengadopsi prinsip-prinsip hukum Islam dalam kerangka hukum nasional; pola kodifikasi terlihat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menjadi pedoman hakim peradilan agama; sedangkan pola institusionalisasi tampak pada pengakuan sistem keuangan syariah oleh negara. Meskipun demikian, harmonisasi regulasi menghadapi kendala metodologis akibat perbedaan epistemologis hukum Islam dan hukum nasional, hambatan politis karena tarik-menarik kepentingan dalam proses legislasi, serta resistensi sosiologis yang muncul dari pluralitas masyarakat Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan tipologi pola integrasi hukum Islam sekaligus menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam memahami harmonisasi hukum. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi hukum Islam dalam hukum nasional bukanlah sekadar sinkronisasi norma, melainkan proses dialog yang dinamis antara negara, masyarakat, dan ideologi, yang menuntut regulasi inklusif, adil, serta berakar pada prinsip demokrasi dan pluralisme.
Pemikiran Pendidikan Islam Pada Masa Khulafā’ Arāsyidīn:Analisis Historis Dan Relevansinya Dalam PendidikanModern Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai upaya rekonstruksi nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang kontekstual dengan tantangan modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan kontemporer yang kerap terjebak pada formalisme tanpa pembentukan karakter. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif historis dan studi pustaka, artikel ini menelaah sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang sistematis dan bernilai: Abu Bakar fokus pada keteguhan aqidah; Umar bin Khattab pada kelembagaan dan kurikulum; Utsman bin Affan pada kodifikasi Al-Qur’an; dan Ali bin Abi Thalib pada penguatan etika berpikir dan pendidikan kritis. Pemikiran pendidikan pada masa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga filosofis dan aplikatif, relevan untuk menjawab krisis moral, degradasi nilai, dan keterasingan spiritual dalam pendidikan saat ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan masa Khulafā’ al-Rāsyidīn menawarkan model pendidikan Islam yang holistik dan integral, sekaligus responsif terhadap realitas global. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual bagi reformulasi kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai dan orientasi karakter dalam bingkai transformatif.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Menabung di Bank Syariah Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri keuangan syariah dalam dua dekade terakhir menunjukkan dinamika yang signifikan baik di tingkat global maupun nasional. Lembaga keuangan syariah tidak hanya hadir sebagai alternatif sistem keuangan konvensional, tetapi juga sebagai representasi dari paradigma ekonomi Islam yang berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat luas sesuai dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh literasi keuangan syariah terhadap keputusan menabung di bank syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, melalui pengumpulan data primer dengan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung di bank syariah, dengan kontribusi sebesar 48,2% dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,56. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, akad mudharabah, serta prinsip keadilan menjadi determinan utama dalam perilaku menabung. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, hasil penelitian ini memperluas literatur dengan menegaskan bahwa literasi syariah lebih dominan daripada religiositas dalam memengaruhi keputusan finansial. Penelitian ini berkontribusi baik secara akademik, dengan memperkaya diskursus literasi keuangan Islam, maupun secara praktis, dengan memberikan rekomendasi strategi literasi keuangan syariah yang inklusif bagi perbankan syariah dan regulator.
MENGANALISIS PENERAPAN NILAI SALAF DALAM BUDAYA LITERASI SEBAGAI MODEL KETELADANAN SISWA SMP ISLAMIC CENTER BIN BAZ DI PERPUSTAKAAN Nuryadin Nuryadin; La Mislan Buton; Zaid Zaid; Teguh Pratama Syahmal Ramadhana R Rumata; Fikri Ahmad Suhail; Muh Fajrin; Riza Pahlevi; Khairil Hafiz; Ibnu Fitrianto
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1135

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Salaf values in literacy culture as a model of student character formation at SMP Islamic Center Bin Baz. The research stems from academic concern over the shifting meaning of literacy in Islamic educational institutions, which often emphasizes technical reading and writing skills while neglecting their moral and spiritual dimensions. Employing a descriptive qualitative approach with a single case study design, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that Salaf values such as sincerity (ikhlas), humility (tawadhu’), discipline, and ethical learning (adab sebelum ilmu) are effectively integrated into literacy activities through programs like “Tahsin and Tadabbur Buku” and “Majlis Qira’ah.” These practices significantly enhance students’ reading discipline, ethical conduct, and spiritual awareness. The library functions as a moral and intellectual space that cultivates exemplary behavior among students. The study concludes that literacy based on Salaf values represents a new paradigm in modern Islamic education, bridging intellectual development with moral and spiritual integrity. This research contributes a conceptual framework for developing a holistic and applicable model of religious literacy in Islamic educational settings.