Bayu Purbha Sakti
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Widya Dharma Klaten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Kemampuan Merangkum Bacaan Peserta Didik Sekolah Dasar Aprilistia Nugraheni; Della Aprilyana; Diah Puri Widyawati; Tasya Putri; Dinda Zahra Ummami; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan merangkum bacaan merupakan salah satu kompetensi literasi esensial yang harus dikuasai peserta didik sekolah dasar untuk menunjang kemampuan memahami teks, berpikir kritis, serta menyajikan kembali informasi secara efektif. Namun, berbagai temuan penelitian selama satu dekade terakhir menunjukkan bahwa banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide pokok, memilah informasi penting, serta menyusun ringkasan yang runtut dan akurat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman bacaan, minimnya strategi pembelajaran yang memfasilitasi kerja sama, serta kurangnya latihan menulis yang terarah. Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) hadir sebagai salah satu pendekatan pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan kegiatan membaca dan menulis melalui kerja kelompok heterogen, diskusi, identifikasi ide pokok, penyusunan kerangka, penulisan, serta revisi teman sebaya. Artikel ini menyajikan studi literatur dari penelitian-penelitian yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang membahas efektivitas penerapan model CIRC dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa CIRC secara konsisten memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman bacaan, keterampilan menulis, serta kemampuan merangkum peserta didik. Beberapa penelitian melaporkan bahwa pendekatan ini membantu peserta didik memahami gagasan utama teks secara lebih mendalam melalui diskusi kelompok, sementara latihan menulis terstruktur dalam model CIRC dapat meningkatkan kemampuan menyusun ringkasan yang baik dari segi isi maupun bahasa. Selain itu, model ini juga terbukti meningkatkan motivasi belajar, keaktifan peserta didik, kemampuan komunikasi, serta sikap kerja sama dalam kelompok. Berdasarkan temuan tersebut, model CIRC dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya pada materi merangkum bacaan. Implementasi model ini berpotensi memperkuat literasi membaca-menulis peserta didik secara terpadu dan berkelanjutan.
Peningkatan Keterampilan Menulis Kalimat Efektif Peserta Didik SD Melalui Model Think Talk Write (TTW) Fadilah Nur Hanifah; Elisabeth Ellena Christy Ejune; Gracia Putri Natalia; Aulia Rahma Pramitha; Rindi Sagita; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kompetensi inti yang krusial bagi peserta didik di Sekolah Dasar tingkat lanjut. Namun, tantangan utama sering kali terletak pada minimnya penguasaan kaidah penulisan dan kesulitan dalam menyusun kalimat efektif. Penelitian terpadu yang merangkum empat studi ini berfokus pada tiga pilar: 1.) Komponen esensial tes menulis, 2.) Peran vital evaluasi pembelajaran, dan 3.) Efektivitas model kooperatif Think Talk Write (TTW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian menulis harus mencakup lima komponen utama untuk objektivitas. Selain itu, evaluasi formatif dan sumatif berperan penting dalam memberikan umpan balik dan mengukur pencapaian akhir. Yang paling penting, penerapan model TTW terbukti sangat efektif dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan analisis deskriptif. Ketuntasan klasikal peserta didik melonjak tajam dari 47,05% menjadi 82,35%, dan mayoritas peserta didik mencapai tingkat kemahiran "Sangat Baik" dalam menulis kalimat sederhana. Oleh karena itu, TTW sangat direkomendasikan sebagai intervensi pedagogis untuk mengatasi kendala keterampilan menulis di jenjang dasar.