Calosa Chiquita Engracia
Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Semoor sebagai Representasi Akulturasi Budaya Kolonial Belanda dan Indonesia dalam Perspektif Kuliner Nusantara Calosa Chiquita Engracia; Carrisha Hamiz Abassy Prasetya; Kaila Bilqis Sabira; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi antara budaya Belanda dan Indonesia melalui bidang kuliner, dengan semur sebagai contoh utama hasil perpaduan dua tradisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan publikasi ilmiah. Kajian menunjukkan bahwa masa kolonial Belanda (1602–1949) tidak hanya mempengaruhi bidang politik dan ekonomi, tetapi juga membawa perubahan dalam kebiasaan makan masyarakat Nusantara. Interaksi antara juru masak pribumi dan keluarga kolonial melahirkan adaptasi kuliner yang memadukan teknik Eropa dengan rempah dan bahan lokal. Hidangan smoor vlees kemudian berevolusi menjadi semur melalui penggunaan kecap manis, minyak kelapa, dan bumbu khas Indonesia. Kini, semur tidak hanya menjadi makanan rakyat, tetapi juga simbol keberhasilan masyarakat Indonesia dalam menyerap dan memodifikasi pengaruh asing menjadi bagian dari identitas gastronomi nasional.