JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 9 No. 3 (2025): Desember

Semoor sebagai Representasi Akulturasi Budaya Kolonial Belanda dan Indonesia dalam Perspektif Kuliner Nusantara

Calosa Chiquita Engracia (Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia)
Carrisha Hamiz Abassy Prasetya (Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia)
Kaila Bilqis Sabira (Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia)
Supriyono Supriyono (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2025

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi antara budaya Belanda dan Indonesia melalui bidang kuliner, dengan semur sebagai contoh utama hasil perpaduan dua tradisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan publikasi ilmiah. Kajian menunjukkan bahwa masa kolonial Belanda (1602–1949) tidak hanya mempengaruhi bidang politik dan ekonomi, tetapi juga membawa perubahan dalam kebiasaan makan masyarakat Nusantara. Interaksi antara juru masak pribumi dan keluarga kolonial melahirkan adaptasi kuliner yang memadukan teknik Eropa dengan rempah dan bahan lokal. Hidangan smoor vlees kemudian berevolusi menjadi semur melalui penggunaan kecap manis, minyak kelapa, dan bumbu khas Indonesia. Kini, semur tidak hanya menjadi makanan rakyat, tetapi juga simbol keberhasilan masyarakat Indonesia dalam menyerap dan memodifikasi pengaruh asing menjadi bagian dari identitas gastronomi nasional.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...