Adha Ladjulu
Administrasi Publik, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia sebagai Instrumen Kebijakan Pemerintah Raihan A. Hanasi; Moh Rizal Tuna; Dwi Pianita Burhan; Marsha Oktaviani Sila; Adha Ladjulu; Sitti Nurhalima Abuba
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan mendukung proses pembelajaran anak sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan program MBG di Provinsi Gorontalo dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tiga lokasi penelitian, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Boalemo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG berdampak positif terhadap peningkatan kehadiran siswa, konsentrasi belajar, serta kesehatan fisik peserta didik. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh koordinasi antarinstansi, dukungan masyarakat, serta kemampuan manajemen daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MBG tidak hanya berperan dalam peningkatan gizi anak, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan nilai sosial masyarakat.
Sistem Administrasi Negara Inggris sebagai Model Administrasi Berbasis Rule of Law: Analisis Historis dan Kontemporer Regina Alfanesya Machmud; Adha Ladjulu; Sri Naila Putri Abdullah; Febrina Putri Iskandar; Sri Yulianty Mozin; Alexander H. Badjuka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika sistem administrasi negara Inggris yang berupaya mempertahankan karakter negara kesatuan sambil mengimplementasikan desentralisasi melalui kebijakan devolusi. Perubahan ini memunculkan tantangan dalam menjaga keseimbangan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama ketika tuntutan otonomi, identitas regional, serta kebutuhan tata kelola yang adaptif terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi dibangun dalam kerangka rule of law, serta menelaah mekanisme kelembagaan yang mendukung dan membatasi perkembangan devolusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah dokumen hukum, laporan kebijakan, dan kajian akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa devolusi menciptakan struktur tata kelola multi-level yang adaptif tetapi asimetris, sehingga membuka peluang inovasi kebijakan di tingkat daerah, namun sekaligus menimbulkan tantangan berupa ketimpangan fiskal, fragmentasi kelembagaan, dan ketidakselarasan kebijakan nasional–regional. Temuan tersebut mengindikasikan perlunya penguatan mekanisme koordinasi antarpemerintahan dan peningkatan konsistensi kerangka hukum agar stabilitas hubungan pusat–daerah tetap terjaga. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan devolusi dalam negara kesatuan sangat ditentukan oleh kemampuan sistem administrasi mempertahankan prinsip rule of law sekaligus mengakomodasi keragaman kewenangan daerah.