Sri Naila Putri Abdullah
Administrasi Publik, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Administrasi Negara Inggris sebagai Model Administrasi Berbasis Rule of Law: Analisis Historis dan Kontemporer Regina Alfanesya Machmud; Adha Ladjulu; Sri Naila Putri Abdullah; Febrina Putri Iskandar; Sri Yulianty Mozin; Alexander H. Badjuka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika sistem administrasi negara Inggris yang berupaya mempertahankan karakter negara kesatuan sambil mengimplementasikan desentralisasi melalui kebijakan devolusi. Perubahan ini memunculkan tantangan dalam menjaga keseimbangan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama ketika tuntutan otonomi, identitas regional, serta kebutuhan tata kelola yang adaptif terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi dibangun dalam kerangka rule of law, serta menelaah mekanisme kelembagaan yang mendukung dan membatasi perkembangan devolusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah dokumen hukum, laporan kebijakan, dan kajian akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa devolusi menciptakan struktur tata kelola multi-level yang adaptif tetapi asimetris, sehingga membuka peluang inovasi kebijakan di tingkat daerah, namun sekaligus menimbulkan tantangan berupa ketimpangan fiskal, fragmentasi kelembagaan, dan ketidakselarasan kebijakan nasional–regional. Temuan tersebut mengindikasikan perlunya penguatan mekanisme koordinasi antarpemerintahan dan peningkatan konsistensi kerangka hukum agar stabilitas hubungan pusat–daerah tetap terjaga. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan devolusi dalam negara kesatuan sangat ditentukan oleh kemampuan sistem administrasi mempertahankan prinsip rule of law sekaligus mengakomodasi keragaman kewenangan daerah.
Analisis Kebijakan dan Implementasi Pembangunan Jalan Tol di Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Dampak Sosial-Ekonomi Raihan A. Hanasi; Azis Harun; Sri Naila Putri Abdullah; Yulita Yulita; Nirmawati Mahmud; Siti Mardia Mareteng; Fija Ahaya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36271

Abstract

Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol, merupakan elemen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Sejak awal 2000-an hingga 2024, pembangunan jalan tol mengalami percepatan signifikan dari 700 km menjadi lebih dari 2.700 km sebagai bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam RPJMN. Namun, capaian ini diiringi oleh berbagai tantangan kebijakan, implementasi, serta dampak sosial–lingkungan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pembangunan jalan tol di Indonesia melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur. Analisis dilakukan dengan menelaah kerangka regulasi, mekanisme implementasi, skema pembiayaan, proses pengadaan lahan, serta dampak ekonomi dan ekologis berdasarkan sumber-sumber ilmiah dan dokumen resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembangunan jalan tol memberikan kontribusi besar terhadap penurunan biaya logistik, peningkatan konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi regional, proses implementasinya kerap terhambat oleh persoalan pengadaan lahan, keterbatasan fiskal, kepastian regulasi, serta risiko sosial-lingkungan. Selain itu, pelaksanaan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP) terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan, namun masih memerlukan penguatan tata kelola, transparansi, dan pembagian risiko yang proporsional. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan berkelanjutan, integrasi kebijakan antarsektor, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk memastikan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang adil dan menjaga kelestarian lingkungan.