Ayu Ayu
Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Aktivitas Simpatolitik pada Mencit (Mus musculus) Umniyah Nabila; Puteri Naifha Nianda Sirvan; Ayu Ayu; Andi Aisyah Fitria Pratiwi; Andi Sargina Saleha As; Fitri Fairah; Nur Halizah. H; Aidil Adhar; Andi Utari Prasetya Nigrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan asetogenin yang berpotensi memengaruhi aktivitas sistem saraf otonom, khususnya melalui mekanisme simpatolitik. Penelitian ini bertujuan menilai aktivitas simpatolitik ekstrak daun sirsak pada mencit (Mus musculus) serta mengidentifikasi pola respons dosis berdasarkan parameter fisiologis yang diamati. Sembilan ekor mencit jantan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, masing-masing menerima ekstrak dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Ekstrak diperoleh melalui proses pemanasan simplisia pada suhu 90–98°C dan kemudian diencerkan hingga mencapai konsentrasi uji. Parameter yang diamati mencakup respons simpatolitik (SL) sebagai indikator utama, serta parameter pendukung lainnya (PSM, PSL, SM, ANA, SSSP, DSSP, RO). Hasil menunjukkan bahwa respons simpatolitik merupakan efek dominan pada seluruh konsentrasi, dengan nilai 56,34% pada 1%, meningkat menjadi 61,85% pada 2%, dan sedikit menurun menjadi 60,71% pada 4%. Beberapa parameter pendukung seperti PSL, SM, dan SSSP menunjukkan respons tertinggi pada konsentrasi 2%, sementara ANA dan PSM cenderung menurun seiring peningkatan dosis. Adapun DSSP dan RO memperlihatkan peningkatan pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, konsentrasi 2% memberikan efek paling optimal dan konsisten terhadap aktivitas simpatolitik. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak berpotensi sebagai agen simpatolitik alami yang mampu menurunkan aktivitas saraf simpatis, dengan konsentrasi 2% sebagai dosis paling efektif dalam kondisi penelitian ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler secara lebih mendalam serta mengevaluasi aspek keamanan penggunaan jangka panjang.
Penentuan Nilai LC50 Ekstrak Etanol 98% Herba Rumput Teki (Cyperus Rotundus L.) melalui Pengujian terhadap Larva Artemia Salina L. Haryanto Haryanto; Sari Anggraini Amir; Nur Ahya Alsabianti; Ayu Ayu; Andi Farahdiba Aswat; Abdul Rohim Saputra; Nuralifah Fauziyyah Hasdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40683

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber senyawa bioaktif terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan bahan alam yang berpotensi mendukung pengembangan produk farmasi. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengevaluasi potensi bioaktivitas suatu ekstrak adalah melalui pengujian sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Meskipun Carica papaya L. dan Premna oblongifolia Merr. diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi aktif secara biologis, informasi mengenai aktivitas sitotoksik kombinasi kedua ekstrak tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas sitotoksik kombinasi ekstrak etanol Carica papaya L. dan Premna oblongifolia Merr. terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode BSLT dengan variasi konsentrasi 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan dan penentuan nilai LC₅₀ sebagai indikator tingkat sitotoksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu dari 10,71% pada konsentrasi 10 ppm hingga mencapai 100% pada konsentrasi 5000 ppm dan 10000 ppm. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 568,7 ppm, yang menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap larva Artemia salina Leach. Temuan ini mengindikasikan adanya senyawa bioaktif yang berpotensi untuk diteliti lebih lanjut melalui kajian fitokimia dan pengujian farmakologis yang lebih spesifik.