Vannisya Azzahra Ramadhani
Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Nasionalisme Melalui Pelestarian Kuliner Tradisional Jaisy Zakia Zahwa; Ghefira Azzahra Dwi Ariani; Razkya Fakih Nurihsan; Vannisya Azzahra Ramadhani; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran penting kuliner tradisional dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan memperkuat identitas budaya bangsa Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang kaya akan tradisi, setiap daerah di Indonesia punya ciri khas kuliner sendiri yang mencerminkan nilai, filosofi, dan karakter masyarakatnya. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar, kuliner tradisional mulai tergeser oleh makanan cepat saji yang dianggap lebih praktis dan modern, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengurangi kecintaan terhadap budaya lokal dan melemahkan semangat kebangsaan. Penelitian ini gunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, artikel penelitian, dan literatur yang membahas hubungan antara pelestarian kuliner tradisional dan nasionalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak hanya sekadar warisan makanan, tapi juga simbol identitas bangsa yang mampu menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air. Selain itu, pelestarian kuliner tradisional juga punya potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan menghargai budaya sendiri. Upaya seperti festival kuliner, promosi makanan daerah, hingga pemanfaatan media digital bisa jadi cara efektif untuk menjaga eksistensi kuliner lokal di tengah pengaruh global. Jadi, melestarikan kuliner tradisional bukan cuma soal mempertahankan resep nenek moyang, tapi juga tentang memperkuat jati diri bangsa dan menumbuhkan semangat nasionalisme di era modern.