Khadijah Khadijah
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Sumatera Utara Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Orang Tua - Guru dalam Mengidentifikasi Gangguan Pertumbuhan Anak Usia Dini Sofia Suandi; Sri Darma Yanti Gultom; Ivtah Putri Abidah Siregar; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengidentifikasi gangguan pertumbuhan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara langsung kepada tiga orang tua sebagai narasumber. Penelitian dilaksanakan di Jl. Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengidentifikasi gangguan pertumbuhan anak melalui observasi terhadap aktivitas fisik, pola makan, tingkat keaktifan, serta kemampuan motorik dan interaksi sosial anak. Guru juga memanfaatkan pencatatan perkembangan, perbandingan dengan standar tumbuh kembang, serta komunikasi yang intensif dengan orang tua. Namun, keterbatasan waktu, kondisi emosional anak, dan kurangnya keterbukaan informasi dari orang tua menjadi kendala dalam proses identifikasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, ketersediaan alat ukur, serta kolaborasi antara lembaga PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia dini.
Analisis Deteksi Dini Perkembangan Motorik, Bahasa dan Sosial Kemandirian Pada Anak Usia 9-12 Bulan Nurhidayah Nurhidayah; Dinda Alfiyah Damanik; Nurmala Hayati; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deteksi dini perkembangan motorik, bahasa, dan sosial kemandirian pada anak usia 9–12 bulan melalui observasi langsung, wawancara dengan orang tua, serta penggunaan kuesioner pra-skrining. Subjek penelitian terdiri dari dua anak, yaitu Atta (9 bulan) dan Arsiyila (12 bulan), yang diobservasi di lingkungan rumah masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak berada pada tahapan perkembangan yang sesuai usianya. Atta memperlihatkan kemampuan motorik seperti duduk stabil dan merangkak, kemampuan bahasa berupa ocehan dan pemahaman instruksi sederhana, serta respons sosial awal. Sementara itu, Arsiyila menunjukkan kemampuan motorik lanjutan seperti berdiri dan berjalan berpegangan, kemampuan bahasa berupa kata bermakna, dan perilaku sosial yang lebih mandiri. Temuan ini konsisten dengan teori perkembangan Gesell, Piaget, dan Bowlby yang menekankan kematangan biologis, interaksi sensori-motorik, serta kelekatan emosional sebagai faktor penting perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa deteksi dini melalui observasi, komunikasi intensif dengan orang tua, serta pra-skrining sangat penting untuk memastikan perkembangan anak berjalan optimal pada masa usia emas.
Deteksi Dini Pada Perkembangan Motorik, Bahasa/Bicara, dan Sosial Kemandirian Anak Usia 54-60 Bulan Khadijah Khadijah; Homsani Nasution; Dinda Zahra Auliya; Nurul Fadilah Br. Batubara; Khoirunnisa Simanjuntak
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi secara cepat adanya keterlambatan perkembangan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil deteksi dini perkembangan motorik, bahasa/bicara, dan sosial-kemandirian pada anak usia 54–60 bulan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional yang dilaksanakan di TK Al Jama’iyah, Medan Denai, Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah anak usia 54–60 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pemeriksaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala, serta pemeriksaan daya dengar dan daya lihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori perkembangan normal, sedangkan sebagian kecil berada pada kategori meragukan. Aspek motorik dan kognitif umumnya berkembang sesuai usia, namun masih ditemukan beberapa keterbatasan pada aspek bahasa dan kemandirian. Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh aspek perkembangan anak berkembang secara optimal serta sebagai dasar pemberian stimulasi dan intervensi yang tepat.
Studi Kualitatif Tentang Peran Ayah dalam Proses Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Medan Riska Nurasnida Siregar; M Satria Sembiring Pelawi; Dwi Syafira Adelia; Homsani Nasution; Khadijah Khadijah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini merupakan langkah penting dalam mencegah keterlambatan perkembangan yang dapat berdampak jangka panjang. Selama ini, praktik deteksi dini cenderung lebih berfokus pada peran ibu dan institusi kesehatan, sementara peran ayah masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ayah dalam proses deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan ayah, khususnya dalam konteks perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, laporan lembaga, serta buku ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berperan penting dalam pengamatan perkembangan anak, pemberian stimulasi, serta pengambilan keputusan terkait kesehatan dan pendidikan anak. Keterlibatan ayah secara kolaboratif dengan ibu terbukti meningkatkan ketepatan identifikasi keterlambatan perkembangan dan mempercepat akses terhadap intervensi dini. Namun, keterlibatan ayah masih dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, konstruksi peran gender, tuntutan pekerjaan, dan dukungan lingkungan. Studi ini menegaskan bahwa deteksi dini tumbuh kembang anak merupakan praktik pengasuhan berbasis keluarga yang memerlukan keterlibatan aktif ayah dan ibu secara seimbang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi pengasuhan dan kebijakan yang inklusif terhadap peran ayah guna meningkatkan efektivitas deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini.
Peran Guru PAUD Dalam Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Melalui Observasi dan Asesmen Autentik: Studi Literatur Zahrotul Ubbah Harahap; Khoirunnisa Khoirunnisa; Annisa ‘Ul-Husna Zebua; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini gangguan perkembangan anak usia dini merupakan upaya penting untuk memastikan anak memperoleh intervensi yang tepat sejak awal. Guru PAUD memiliki peran strategis dalam proses ini karena berinteraksi langsung dengan anak dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru PAUD dalam melakukan deteksi dini gangguan perkembangan anak melalui observasi dan asesmen autentik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan guru dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, temuan, dan tema utama terkait deteksi dini, observasi, dan asesmen autentik di PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAUD berperan sebagai pengamat utama perkembangan anak melalui observasi langsung dan asesmen autentik yang berbasis aktivitas nyata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman terhadap indikator perkembangan, minimnya pelatihan dan instrumen asesmen, tingginya rasio guru-anak, serta kurangnya dukungan institusi dan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan instrumen asesmen yang sistematis, serta dukungan kebijakan dan kerja sama dengan orang tua dan tenaga profesional agar deteksi dini gangguan perkembangan anak dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.