Stepanus Simatupang
Matematika, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pancasila sebagai Dasar Pedoman dan Nilai Kebangsaan dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Muda di Era Media Sosial Sri Yunita; Dina Theresya N. Sitorus; Riska Tri Ramadhani; Stepanus Simatupang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman moral bagi bangsa dalam mengatasi masalah moral di kalangan pemuda di era media sosial. Fenomena penurunan kualitas moral yang ditandai dengan meningkatnya ujaran kebencian, penyebaran informasi palsu, perundungan daring, dan sikap konsumerisme di ruang digital menunjukkan pergeseran nilai-nilai etika yang disebabkan oleh pengaruh budaya global dan berbagai algoritma teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi berbagai penelitian dan studi konseptual yang relevan pada periode 2021 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial sangat relevan dalam membentuk etika digital generasi muda. Pancasila memainkan peran penting, berfungsi sebagai pedoman moral yang dapat menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial di dunia maya. Penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan pendidikan karakter berbasis proyek, literasi digital moral, dan dukungan dari kebijakan publik dan teknologi dianggap efektif dalam menghasilkan generasi muda yang berintegritas, cerdas secara digital, dan memiliki rasa nasionalisme. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila merupakan strategi penting dalam membangun moralitas digital yang beradab sekaligus mempertahankan identitas nasional di tengah era globalisasi yang pesat.
Peran Variasi Bahasa Tidak Baku dalam Mewujudkan Efektivitas Komunikasi Jual Beli di Pasaraya MMTC Medan Endi Saputra; Joel Indrawan Damanik; Samuel Simanjuntak; Stepanus Simatupang; Brigita Arzetty Dwiyanti Hutabarat; Atika Wasilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39855

Abstract

Komunikasi di ruang ekonomi urban menuntut kecepatan, fleksibilitas, dan praktisitas, sehingga keharusan penggunaan bahasa Indonesia baku kerap dikesampingkan demi kelancaran arus transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi bahasa tidak baku lisan serta manifestasi ragam tulis non-baku dalam lanskap linguistik (spanduk media luar ruang) di Pasaraya MMTC Medan, sekaligus membedah mekanismenya dalam mengonstruksi efektivitas komunikasi transaksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, pencatatan lapangan, dan dokumentasi konteks interaksi visual berupa spanduk pasar. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan terpadu: identifikasi tuturan/teks, klasifikasi variasi bahasa, analisis fungsi komunikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat kategori variasi bahasa tidak baku lisan yang dominan, yaitu reduksi ujaran nominal harga, variasi fonologis dan sapaan sosial ("Boy", "Bang"), penyederhanaan leksikal ("Nggak", "Udah"), serta campur kode lokal ("Kelen", "Murah kali"). Sementara pada lanskap linguistik, ragam tulis non-baku pada spanduk berfungsi sebagai strategi persuasi visual yang sengaja diproduksi oleh pelaku pasar. Seluruh variasi non-standar ini secara fungsional terbukti efektif meminimalkan beban ujaran, mempercepat durasi transaksi, memotong jarak psikologis (membangun keakraban sosial), serta mengoptimalkan keterpahaman kontekstual di lingkungan multietnik Kota Medan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam bahasa tidak baku di pasar urban bukan merupakan bentuk kerusakan bahasa, melainkan perwujudan kompetensi komunikatif dan adaptasi pragmatis yang mutlak diperlukan dalam ekosistem ekonomi mikro.