Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi status gizi anak usia dini di TK Tunas Bangsa, mengingat pentingnya nutrisi dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada masa emas (golden age). Status gizi yang buruk pada rentang usia 3-6 tahun berisiko menghambat kemampuan motorik, fokus belajar, hingga memicu dampak permanen seperti stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara tidak terstruktur bersama guru dan orang tua pada September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi anak dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor primer dan sekunder. Faktor ekonomi menjadi fondasi utama dalam aksesibilitas pangan bergizi, namun pengetahuan ibu menjadi variabel kunci yang menentukan kualitas asupan melalui pemilihan jenis makanan dan pola asuh nutrisi (responsive feeding). Selain itu, lingkungan sekolah turut berperan melalui ketersediaan fasilitas sanitasi yang higienis untuk mencegah infeksi serta penerapan pendidikan gizi interaktif, seperti kegiatan cooking class dan berkebun, yang terbukti lebih efektif dalam membentuk perilaku makan sehat pada anak dibandingkan metode teoretis. Temuan ini menegaskan bahwa penanganan masalah gizi memerlukan kolaborasi sinergis antara penguatan literasi gizi di tingkat keluarga dan penyediaan lingkungan pendidikan yang suportif guna memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.