Ririn Marheni Br Barus
UIN Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Dini dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di TKIT Nurul Ilmi Andriani Marshanda Lubis; Ririn Marheni Br Barus; Sarina Wahyuni; Seri Rezjeki Wardani Tamba; Khadijah Khadijah; Homsani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penting untuk memahami bahwa skrining adalah prosedur rutin dalam penilaian perkembangan anak sehari-hari, yang dapat memberikan panduan jika ada masalah yang memerlukan perhatian. Akibatnya, perlu dilakukan pemeriksaan fisik yang teliti dan penilaian penunjang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perkembangan anak usia dini dalam berbagai aspeknya. Sasaran kegiatan ini adalah guru dan anak usia empat hingga lima tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deteksi tumbuh kembang anak KPSP dan untuk memberikan manfaat signifikan dalam membantu guru dan individu memahami kondisi perkembangan anak. Hasil skrining dapat digunakan sebagai dasar untuk kegiatan belajar dan stimulasi yang tepat, memungkinkan pertumbuhan anak berkembang secara optimal dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Usia Dini di TK Tunas Bangsa Andriani Marshanda Lubis; Ririn Marheni Br Barus; Sarina Wahyuni; Seri Rezjeki Wardani Tamba
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi status gizi anak usia dini di TK Tunas Bangsa, mengingat pentingnya nutrisi dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada masa emas (golden age). Status gizi yang buruk pada rentang usia 3-6 tahun berisiko menghambat kemampuan motorik, fokus belajar, hingga memicu dampak permanen seperti stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara tidak terstruktur bersama guru dan orang tua pada September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi anak dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor primer dan sekunder. Faktor ekonomi menjadi fondasi utama dalam aksesibilitas pangan bergizi, namun pengetahuan ibu menjadi variabel kunci yang menentukan kualitas asupan melalui pemilihan jenis makanan dan pola asuh nutrisi (responsive feeding). Selain itu, lingkungan sekolah turut berperan melalui ketersediaan fasilitas sanitasi yang higienis untuk mencegah infeksi serta penerapan pendidikan gizi interaktif, seperti kegiatan cooking class dan berkebun, yang terbukti lebih efektif dalam membentuk perilaku makan sehat pada anak dibandingkan metode teoretis. Temuan ini menegaskan bahwa penanganan masalah gizi memerlukan kolaborasi sinergis antara penguatan literasi gizi di tingkat keluarga dan penyediaan lingkungan pendidikan yang suportif guna memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.