Suyatno Suyatno
Sastra Indonesia, Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stimulus Terkondisi dan Stimulus Tidak Terkondisi pada Tokoh Utama dalam Novel 00.00 Karya Ameliya Falensia Suyatno Suyatno; Salsa Qirana Al-Zahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana stimulus terkondisi danstimulus tidak terkondisi memengaruhi perilaku dalam novel 00.00 Karya Ameliya Falensia. Metode yang saat ini digunakan pada penelitian ini ialah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan catat. Dari data yang diambil menggunakan teori behavior Skinner pada persepsi bahasanya yaitu (a) Stimulus Terkodisi, (b) Stimulus Tidak Terkondisi, (c) Perilaku Terkondisi, (d) Perilaku Tidak Terkondisi, (e) Reinforcement, (f) Pengkondisian Operan. Dengan menggunakan kajian Psikologi Sastra sebagai acuan dan disklasifikasikan dalam teori Psikologi Sastra yang di tulis oleh Endaswara. Analisis ini tersebut menemukan hasil bahwa perubahan stimulus terkondisi dan stimulus tidak terkondisi pada tokoh dalam novel kajian B.FSkinner lebih dominan stimulus terkondisi yang memengaruhi perilaku terkondisi sebanyak 50 data di bandingkan jenis stimulus tidak terkondisi yang memengaruhi perilaku tidak terkondisi sebanyak 40 data.
Representasi Unsur Kebudayaan Masyarakat Brebes Selatan dalam Antologi Cerita Rakyat Galuh Purba Karya Dimas Indiana Ika Zahrotun Nisa; Suyatno Suyatno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40580

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan representasi unsur kebudayaan masyarakat Brebes Selatan dalam antologi cerita rakyat Galuh Purba karya Dimas Indiana Senja. Sebagai wilayah peralihan budaya Jawa dan Sunda, Brebes Selatan memiliki karakteristik unik yang tercermin dalam narasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra, penelitian ini membedah data melalui tujuh unsur kebudayaan Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan representasi komprehensif pada ketujuh unsur tersebut: bahasa (bilingualisme dan toponimi); pengetahuan (alam dan pengobatan); peralatan (pakaian dan alat rumah tangga); mata pencaharian (agraris, wisata, hingga industri); kemasyarakatan (kepemimpinan dan gotong royong); kesenian (ebeg dan situs candi); serta religi (makhluk gaib dan tradisi sakral). Temuan ini menegaskan bahwa antologi Galuh Purba berfungsi efektif sebagai representasi identitas budaya dan pola kehidupan sosial masyarakat Brebes Selatan yang menghubungkan manusia, lingkungan, serta tradisi secara harmonis.