Miswardi Miswardi
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perbedaan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Bukittinggi Deni Ardiansyah Putra; Miswardi Miswardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36072

Abstract

Dengan adanya perbedaan harga tiket masuk kebun Binatang Bukittingi antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang bekisar untuk wisatawan domestik anak-anak Rp 20.000 untuk domestik dewasa Rp 25.000 dan umtuk mancanegara Rp 50.000 sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi pengunjung karena fasilitas dan pelayanan yang mereka dapatkan sama saja. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil yaitu; bagaimana pandangan hukum ekonomi syariah terhadap pebedaan harga tiket masuk kebun binatang bukittinggi dan bagaimana kesesuaian etika bisnis islam dan prinsip-prinsip ekonomi syariah, terhadap perbedaan harga tiket masuk kebun binatang Bukittingi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode empiris dan normatif, dimana penelitian ini menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia baik verbal yang dapat diwawancarai maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung kemudian dianalisis sejauh mana penerapan hukum tersebut sesuai dengan norma-norma hukum yang seharusnya berlaku (normatif). Adapun hasil analisis perbedaan tiket masuk kebun binatang Bukittinggi, yaitu mengikuti peraturan daerah kota Bukittingi Nomor 8 tahun 2023 tentang restribusi daerah dan pajak daerah, yang mana perbedaan ini didasari pada asal negara, kemampuan daya beli yang lebih dan penerapan subsidi silang. Jika dianalisis dari hukum ekonomi syariah dan fiqih muamalah maka dapat disamakan dengan akat ijarah yaitu sewa menyewa manfaat dari barang atau objek. Dalam agama Islam menerapkan 5 sifat atau dasar dari etika, yaitu konsep tauhid, konsep keseimbangan, konsep kehendak bebas, konsep tanggung jawab dan ihsan. Perbedaan harga tiket antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara salah satu bentuk perilaku karena dalam perakteknya terdapat unsur diskriminasi harga tiket masuk terhadap wisatawan asing yang dimanfaatkan sebagai tambahan pemasukan. Disinilah letak diskriminasi sehingga etika bisnisnya tidak sesuai dengan etika bisnis Islam.
Penerapan Restorative Justice dalam Penanganan Anak sebagai Pelaku Tindak Pidana dalam Perspektif Hukum Islam Miftahhurahmah Miftahhurahmah; Miswardi Miswardi; M. Khairul Arwani; Zulheldi Zulheldi
Journal of Islamic Law and Wisdom Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Magister Hukum Islam - UIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handling of children as perpetrators of criminal acts cannot be equated with adults. This study aims to examine the application of restorative justice in handling children as perpetrators of criminal acts and the perspective of national criminal law and Islamic criminal law. The type of research conducted is library research with data sourced from primary, secondary and tertiary data sources. The collected data is then analyzed using qualitative data analysis methods. This study concludes that the application of restorative justice in resolving criminal acts whose perpetrators are in the criminal law system in Indonesia is relatively new since the birth of the Child SPPA Law which regulates the diversion mechanism in it. According to this regulation, children who commit crimes with a threat of less than 7 (seven) years must be resolved using a diversion mechanism. The restorative justice approach is indeed not known in Islamic criminal law, but its principles are identical to the practice of diyat and peace (ishlah) in Islamic criminal law.
The Dynamics of Identity Politics In Indonesia: A Study of Nurcholish Madjid's Donna Ramadhan Fitri; Miswardi Miswardi; Ferdi Yufriadi; Irvan Refliandi; Syafriadi B
Alhurriyah Vol 8 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al hurriyah.v8i2.6751

Abstract

Islamic political power is not always related to Islamic parties. Nurcholish Madjid tried to convey a more substantial view of Islam, not just symbolism. This research uses the library research method. Research carried out using literature, both in the form of primary sources, namely research data sources obtained from original sources that contain this information and secondary sources, namely data sources obtained from books and other literature that discuss the topic of the problem. The data processing techniques in this study using content analysis techniques, namely after the data is collected, the next step is to describe the data completely, sequentially, and regularly, and after that the analysis is carried out by looking at each discussion of the themes discussed. Based on the results of this research, it is revealed that Nurcholish Madjid chose Islam that is more substantial than just symbolism. This is rooted in the universal values of Islam, not just the symbol of the "Islamic party" itself. If we look at the current situation, Nurcholish Madjid's criticism is still relevant because currently the politicisation of religion is generally used to attack political opponents or increase party electability.Kekuatan politik Islam tidak selalu berkaitan dengan partai Islam. Nurcholish Madjid mencoba menyampaikan pandangan yang lebih substansial tentang Islam, bukan sekedar simbolisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library reseach). Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa dari sumber primer yaitu sumber data penelitian yang diperoleh dari sumber-sumber asli yang memuat informasi tersebut dan sumber sekunder yaitu sumber data yang diperoleh dari buku dan literatur lain yang membahas tentang topik permasalahan. Adapun teknik pengolahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik content analisis, yaitu setelah data-data tersebut terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah memaparkan data tersebut secara lengkap, urut, dan teratur, dan setelah itu dilakukan analisis dengan mencermati setiap pembahasan tema yang dibahas. Berdasarkan hasil penelitian ini, terungkap bahwa Nurcholish Madjid memilih Islam yang lebih substansial dari sekedar simbolisme. Hal ini berakar pada nilai-nilai universal Islam, bukan hanya simbol "partai Islam" itu sendiri. Jika melihat situasi saat ini, kritik yang dilontarkan Nurcholish Madjid masih relevan karena saat ini politisasi agama umumnya digunakan untuk menyerang lawan politik atau meningkatkan elektabilitas partai.