Angga Muda Harris Lumban Gaol
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Titik Kritis Menggunakan Sampel Tanah Aluvial Dan Tanah Non Aluvial Angga Muda Harris Lumban Gaol; Totoh Andayono; Fahmi Rizal; Nevy Sandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim global yang ditandai dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi curah hujan ekstrem telah meningkatkan risiko banjir di berbagai wilayah, khususnya pada daerah dengan karakteristik tanah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan laju infiltrasi, aliran permukaan (runoff), serta penentuan titik kritis pada tanah aluvial dan non-aluvial menggunakan rainfall simulator. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium berpendekatan kuantitatif. Sampel tanah yang digunakan berjumlah 14 sampel, terdiri atas 7 sampel tanah aluvial dari dataran rendah dan 7 sampel tanah non-aluvial dari dataran tinggi di Kota Padang. Pengujian dilakukan menggunakan rainfall simulator dengan intensitas hujan konstan untuk mengamati perubahan infiltrasi dan runoff terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah aluvial memiliki laju infiltrasi awal yang lebih tinggi dan mampu menunda pembentukan aliran permukaan dibandingkan tanah non-aluvial. Titik kritis pada tanah aluvial terjadi lebih lambat dibandingkan tanah non-aluvial, yang menandakan kapasitas infiltrasi dan kemampuan menahan air yang lebih baik. Sebaliknya, tanah non-aluvial menunjukkan penurunan infiltrasi yang lebih cepat dan pembentukan runoff yang lebih awal, sehingga lebih rentan terhadap limpasan dan potensi banjir. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik fisik tanah berperan penting dalam menentukan respon hidrologi terhadap hujan dan memiliki implikasi penting dalam perencanaan tata air serta mitigasi risiko banjir.