Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesenjangan Pendidikan Di Desa Dan Bagaimana Kinerja Guru Bisa Meratakan Kualitas Pembelajaran Ma’shum Thoyib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1051

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kinerja guru dalam meratakan kualitas pembelajaran antara desa dan kota, dengan fokus pada inovasi pengajaran, adaptasi teknologi, dan pendekatan pedagogis di pedesaan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SD 206/II Sungai Buluh, Muara Bungo, Jambi, Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis audio. Sementara analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, metode dan pengamat. Hasil penelitian yang dilakukan di SD 206/II Sungai Buluh, Muara Bungo mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam akses terhadap fasilitas pendidikan, kualitas dan ketersediaan guru, serta strategi yang diterapkan oleh guru untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran antara desa dan kota. Di sekolah ini guru menunjukkan inovasi dalam pengajaran dengan memanfaatkan teknologi secara kreatif, serta menerapkan pendekatan pedagogis yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah-daerah yang kurang terlayani.
Servant-spiritual leadership and its relationship with the quality of working life index for teachers at islamic primary educational institutions Ma’shum Thoyib; Muhamad Bisri Ihwan
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces686000

Abstract

This study aims to explore teachers’ lived experiences of servant-spiritual leadership and its perceived relationship with job satisfaction, motivation, professional commitment, and Quality of Working Life (QWL) in Islamic educational institutions. The approach used was qualitative, employing a descriptive case study design, with an emphasis on gaining an in-depth understanding of teachers’ experiences within their social and professional contexts. This research was conducted at MI Nurudzolam, Pare, Kediri, East Java, Indonesia, involving 21 participants comprising the principal, vice principal, senior teachers, and junior teachers. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and documentation related to leadership practices and the work environment. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and inductive conclusion drawing, with trustworthiness ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking. The findings indicate that servant-spiritual leadership which prioritizes service, empathy, role modeling, and spiritual values is perceived by teachers as strongly associated with increased motivation and professional commitment. Furthermore, this leadership style is associated with improved job satisfaction and the psychological, social, and professional meaning aspects of teachers’ quality of work life (QWL). A supportive work environment, a collaborative culture, and recognition of individual contributions foster a sense of belonging and loyalty among teachers. This research contributes by emphasizing the importance of humanistic and spiritual leadership in enhancing human resource quality and fostering a harmonious work environment in Islamic educational institutions.