Muhammad Ariestama Putra
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA KONSUMSI KONTEN DAKWAH DIGITAL PADA KALANGAN MAHASISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhamad Akda Fathul Barri; Fikriansyah Haikal Ramadhan; Muhammad Ariestama Putra; Daniel Satresna; Hisny Fajrussalam
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i1.332

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara penyebaran dan konsumsi konten dakwah Islam di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konsumsi konten dakwah digital di kalangan mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan mengikuti pedoman PRISMA, penelitian ini mengidentifikasi, menyaring, dan menganalisis 9 artikel ilmiah yang relevan dengan topik konsumsi konten dakwah digital di kalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi platform utama dalam konsumsi konten dakwah digital oleh mahasiswa, dengan preferensi terhadap konten yang singkat, visual, dan interaktif. Faktor-faktor yang memengaruhi pola konsumsi konten dakwah digital antara lain kredibilitas dai digital, relevansi konten dengan kehidupan mahasiswa, dan kemudahan akses. Sementara itu, dampak positif konsumsi konten dakwah digital meliputi peningkatan literasi keagamaan, pembentukan identitas Muslim, dan penguatan pemahaman nilai-nilai keislaman. Namun, terdapat juga tantangan berupa potensi paparan konten ekstremisme, polarisasi pandangan keagamaan, dan kurangnya verifikasi sumber. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan dakwah digital, diperlukan pendekatan literasi digital keagamaan yang lebih komprehensif bagi mahasiswa, peningkatan kualitas konten dakwah digital, serta kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi keagamaan, dan platform digital. Dengan strategi yang tepat, konten dakwah digital dapat menjadi instrumen efektif dalam penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan mahasiswa.
Nurra Chatbot For Islamic Education Among Generation Z Raisyal Dimas Prayoga; Rizki Hikmawan; Muhammad Ariestama Putra
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v10i2.10365

Abstract

This study develops and validates the NURRA Islamic AI Assistant as a digital learning tool designed to support Islamic education for Generation Z. The research responds to the increasing reliance of students on digital platforms for religious learning and the associated risks of misinformation in unguided environments. A development and validation approach was employed using a Design and Development Research model combined with an agile iterative cycle. The prototype integrates curated Islamic sources, including Waqfeya and Maktabah Syamilah, and applies content filtering and ethical safeguards to maintain theological accuracy and responsible communication. Six experts in Islamic education, educational technology, ethics, linguistics, media learning, and computer science evaluated the system using a five-point Likert scale instrument. Data were analysed descriptively and showed that the prototype achieved a very valid classification across content accuracy, ethical compliance, usability, and practical functionality. System testing further demonstrated that the chatbot is capable of generating relevant responses, supporting learners with diverse types of questions, and providing transparent fallback responses when source-based retrieval is unavailable. The findings indicate that NURRA can function as a complementary learning tool that strengthens access to authentic Islamic knowledge and aligns with the digital characteristics of Generation Z learners. The validated model highlights the feasibility of integrating AI into Islamic education in a responsible manner and offers a foundation for classroom implementation, future system refinement, and broader user trials.