Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dan GPS di PDAM Tirta Manakarra dengan fokus utamanya yaitu proses pemetaan jaringan pipa dan penyebaran pelanggan, akurasi data, mengidentifikasi tantangan serta potensi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitan menunjukkan bahwa PDAM Tirta Manakarra telah menerapkan alur kerja pemetaan digital yang sistematis, mulai dari persiapan, pengambilan data dilapangan dengan GPS, dan pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak QGIS. Akurasi data yang dihasilkan menunjukkan bahwa akurasi posisi rumah pelanggan dan akurasi atribut pelanggan sudah sangat memadai secara oprasional, meskipun tingkat akurasi yang dihasilkan bervariasi mulai dari 1 hingga 10 meter. Tantangan yang telah diidentifikasi bersifat internal, meliputi kebutuhan peningkatan spesifikasi perangkat keras (hardwear), pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, dan kendala dari segi oprasional seperti sinyal GPS yang lemah dan daya tahan baterai. The aim of this research is to analyze the use of Geographic Information Systems and GPS at PDAM Tirta Manakarra, with a primary focus on the process of mapping pipe networks and customer distribution, data accuracy, identifying challenges, and development potential. This research uses a qualitative approach. Data was obtained from interviews, observations, and documentation studies. The results of the study show that PDAM Tirta Manakarra has implemented a systematic digital mapping workflow, starting with preparation, data collection in the field using GPS, and processing using QGIS software. The accuracy of the data produced shows that the accuracy of customer home locations and customer attributes is operationally adequate, although the level of accuracy varies from 1 to 10 meters. The challenges identified are internal in nature, including the need to upgrade hardware specifications, develop human resource competencies on an ongoing basis, and operational constraints such as weak GPS signals and battery life.