Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Budaya Sekolah yang Inovatif: Studi Kasus di MTsS Nurul Khulus Tlogosari Bondowoso Anisah; Abdul Haq AS; Khoirul Ulum
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya sekolah yang inovatif di MTsS Nurul Khulus Tlogosari Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan kepala madrasah sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi kepemimpinan yang bersifat partisipatif dan transformatif melalui pemberdayaan guru dan siswa, komunikasi terbuka, serta pemberian ruang bagi inovasi pembelajaran. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya pelatihan profesional, kepala madrasah mampu mengembangkan budaya inovatif secara bertahap melalui pembelajaran kolektif dan refleksi berkelanjutan. Dampak dari strategi tersebut terlihat pada meningkatnya partisipasi guru dan siswa dalam pembelajaran serta munculnya praktik pembelajaran yang lebih variatif. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang kontekstual dan adaptif menjadi faktor kunci dalam pengembangan budaya sekolah yang inovatif di lingkungan madrasah.
OTORITAS LAKI-LAKI DALAM AKAD NIKAH: MENGUJI KONSTRUKSI WALI NASAB DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN, HADIS, DAN FIKIH MAZHAB Miftahul Qodril R; Anisah
ASA Vol 8 No 2 (2026): AGUSTUS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Abu Zairi Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/asa.v8i2.227

Abstract

Guardianship (wilayah) in marriage contracts is an important issue in Islamic family law, particularly concerning the position of the nasab guardian, whose authority is generally assigned to male relatives. This construction raises questions concerning the normative basis and legal rationale underlying the attribution of guardianship authority to men, particularly since the Qur’an does not explicitly specify the structure and order of nasab guardianship as formulated in Islamic jurisprudential literature. This study aims to analyze the normative basis of male guardianship in marriage contracts and examine the construction and rationale of nasab guardianship from the perspectives of the major schools of Islamic jurisprudence. This research employs a library research method using normative-conceptual and comparative approaches. Primary sources include the Qur’an, hadiths concerning marital guardianship, and classical jurisprudential works of the Hanafi, Maliki, Shafi‘i, and Hanbali schools. The data are analyzed descriptively and analytically by comparing the arguments and constructions of guardianship developed by each school. The study seeks to demonstrate that the construction of nasab guardianship concerns not only the gender of the guardian but also the concepts of wilayah, kinship, protection of women's interests, and the structure of family responsibility in Islamic law. Differences among the schools indicate considerable diversity in understanding the scope and form of a guardian's authority in marriage contracts. Therefore, the issue of male guardianship should be understood through a dialogue between normative texts and juristic constructions, allowing the concept of marital guardianship to be examined more comprehensively within the development of contemporary Islamic family law.