Armin Armin
Politeknik Perikanan Negeri Tual

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estimasi Cadangan Karbon Lamun Di Pantai Rumaat, Pulau Kei Maluku Tenggara Rosita Silaban; Johny Dobo; Armin Armin; Marisa Rovina Wakole
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32295

Abstract

ABSTRAKKenaikan karbon menyebabkan terjadinya pemanasan global yang berakibat perubahan iklim berupa fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Lamun menjadi salah satu tumbuhan laut berkemampuan menyerap dan memindahkan jumlah besar karbon dari atmosfir setiap harinya, dan mengendapkannya dalam jaringan atau sedimen untuk waktu yang lama, sehingga keberadaan lamun di bumi sangat diperlukan sebagai jasa dalam penyerapan karbon. Penelitian ini bertujuan mengetahui kerapatan lamun, frekuensi kehadiran, biomasa lamun, cadangan karbon dan parameter lingkungan. Pengambilan sampel menggunakan metode line transek kuadrat. Lamun sebanyak 8 spesies ditemukan pada perairan Rumaat. Kerapatan lamun tertinggi berasal dari spesies Thalassia hemprichii sebanyak 5974 ind/m2. Frekuensi kehadiran Enhalus acoroides sebanyak 93,53% lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya. Enhalus acoroides memiliki biomassa tertinggi sebesar 75.871,2 (g/m2) dan didominasi pada bagian bawah substrat. Lamun Enhalus acoroides memiliki total kadar abu 92,38% dan total kandungan organik 220,96% lebih dibanding spesies lainnya serta cenderung tinggi pada bagian bawah substrat. Cadangan karbon lamun di lokasi penelitian cukup tinggi terutama dari spesies Enhalus acoroides sebesar 1,04 ton. Paramater lingkungan di lokasi penelitian diperoleh suhu 32°C, salinitas 30 ‰, pH 8 dan DO 8 mg/l dan dapat dikategorikan cocok bagi pertumbuhan lamun.Kata kunci:  karbon, lamun, rumaatABSTRACTThe increase in carbon causes global warming which results in climate change in the form of high rainfall fluctuations and sea level rise. Seagrass is one of the marine plants that can absorb and transfer large amounts of carbon from the atmosphere every day, and deposit it in tissues or sediments for a long time, so that the existence of seagrass on earth is very necessary as a service in carbon absorption. This research aims to determine seagrass density, frequency of presence, seagrass biomass, carbon reserves and environmental parameters. Sampling used the quadratic line transect method. As many as 8 species of seagrass are found in Rumaat waters. The highest seagrass density came from the Thalassia hemprichii species at 5974 ind/m2. The frequency of presence of Enhalus acoroides was 93.53% higher than other species. Enhalus acoroides had the highest biomass of 75,871.2 (g/m2) and was dominated at the bottom of the substrate. The seagrass Enhalus acoroides has a total ash content of 92.38% and a total organic content of 220.96% more than other species and tends to be high at the bottom of the substrate. Seagrass carbon reserves at the research location are quite high, especially from the Enhalus acoroides species, amounting to 1.04 tonnes. The environmental parameters at the research location were temperature 32°C, salinity 30‰, pH 8 and DO 8 mg/l and could be categorized as suitable for seagrass growth.Keywords: carbon, seagrass, rumaat
Dinamika Populasi Kerang Masngur (Tellina remies) Pada Habitat Intertidal Berpasir Perairan Ohoidertawun, Maluku Tenggara Rosita Silaban; Johny Dobo; Anthon Daud Kilmanun; Bernita br Silaban; Siti Rahmawati Maswatu; Armin Armin
Jurnal Kelautan Vol 19, No 2: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v19i2.35235

Abstract

ABSTRAKKerang masngur (Tellina remies) merupakan salah satu sumber daya bentik yang dimanfaatkan masyarakat pesisir Ohoidertawun sebagai sumber pangan dan mata pencaharian. Namun, informasi mengenai dinamika populasinya di perairan Maluku Tenggara masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kohort, pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat rekrutmen T. remies di habitat intertidal berpasir. Penelitian dilaksanakan selama Agustus–November melalui pengambilan sampel pada zona intertidal menggunakan metode transek dan kuadran berukuran 1 × 1 m dengan jumlah transek sebanyak 6 buah, jumlah kuadran 32 buah dan total sampel 600 individu. Analisis dinamika populasi dilakukan menggunakan perangkat lunak FISAT II yang meliputi pemisahan kohort (NORMSEP), model pertumbuhan Von Bertalanffy, analisis mortalitas, dan rekrutmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi T. remies didominasi individu subdewasa hingga dewasa dengan laju pertumbuhan sedang. Nilai mortalitas penangkapan (F) lebih tinggi dibandingkan mortalitas alami (M) dengan nilai tingkat eksploitasi (E) menunjukan populasi ini telah mengalami eksploitasi berlebih (overexploited). Hasil penelitian menunjukan perlu adanya penerapan pengelolaan berbasis ekosistem misalnya penetapan ukuran tangkap minimum, pengaturan musim atau periode penutupan sementara serta perlindungan terhadap habitat intertidal berpasir yang menjadi lokasi penangkapan melalui pembatasan aktivitas yang merusak substrat.Kata kunci:  Tellina remies, dinamika populasi, kohort, mortalitas, rekrutmen, eksploitasiABSTRACTMasngur clams (Tellina remies) are one of the benthic resources utilized by the coastal communities of Ohoidertawun as a food source and livelihood. However, information on their population dynamics in the waters of Southeast Maluku is still very limited. This study aims to analyze the cohort, growth, mortality, and recruitment rate of T. remies in sandy intertidal habitats. The study was conducted from August to November through sampling in the intertidal zone using the transect and quadrant method measuring 1 × 1 m with a total of 6 transects, 32 quadrants and a total sample of 600 individuals. Population dynamics analysis was carried out using FISAT II software which includes cohort separation (NORMSEP), the Von Bertalanffy growth model, mortality analysis, and recruitment. The results showed that the T. remies population was dominated by subadult to adult individuals with a moderate growth rate. The fishing mortality value (F) was higher than the natural mortality (M) with the exploitation level value (E) indicating that this population has experienced overexploitation. The research results show the need for the implementation of ecosystem-based management, for example, determining minimum catch sizes, regulating seasons or temporary closure periods, and protecting sandy intertidal habitats that are fishing locations by limiting activities that damage the substrate.Keywords: Tellina remies, population dynamics, cohort, mortality, recruitment, exploitation