Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN NASKAH KUNO PADA PERPUSTAKAAN RUMOH MANUSKRIP ACEH Nurul Rahmi; Aslam Nur
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 7, No. 2 (2025): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v7i2.33643

Abstract

Keberadaan naskah kuno yang tersebar di seluruh Indonesia Sebagian besar masih disimpan oleh Masyarakat dan belum mendapatkan perlindungan, perwatan, pelestarian. Untuk menjaga agar naskah tersebut tetap dapat digunakan dalam jangka Panjang maka dilakukanlah kegiatan digitalisasi sebagai upaya pelestarian naskah kuno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh Perpustakaan Rumoh Manuskrip dalam melakukan pelestarian naskah kuno. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelestarian dilakukan dengan tiga tahap: Pra-digitalisasi (penelusuran, seleksi, katalogisasi, klasifikasi), Digitalisasi (pengambilan data, verifikasi, editing, konversi), dan pasca-digitalisasi (penyimpanan dan distribusi data secara offline maupun online). Temuan penting dari penelitan ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai perubahan bentuk konversi tetapi juga mengubah naskah kuno menjadi komponen aktif ruang public digital. Dengan memindahkan akses naskah dari ruang privat ke ruang public digital. Perpustakaan Rumoh Manuskrip Aceh berperan sebagai fasilitator demokratisi pengetahuan loka;. Digitalisasi menjadi strategi pelestarian sekaligus memperluas fungsi sosial naskah kuno sebagai sumber belajar, identitas budaya, dan akademik. Adapun kendala yang dihadapi Perpustakaan Rumoh Manuskrip Aceh dalam upaya pelestarian naskah kuno meliputi: kondisi fisik naskah, sumber daya manusia (SDM) dan anggaran.
The Tradition of Seeing Hari Bulan in Starting A Life Cycle Ritual in The North Kluet Community, South Aceh, Indonesia Abdul Manan; Ramadha Lianda; Aslam Nur
Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/islamikainside.v10i2.274

Abstract

Abstract: The implementation of the life cycle rituals of the Kluet community often begins with seeing Hari Bulan so that nothing undesirable happens. This research aims to find out the origin of Hari Bulan, the meaning of Hari Bulan, the determination of Hari Bulan, and the preservation of Hari Bulan. This is qualitative research conducted in North Kluet District, South Aceh. The data source was obtained from local traditional leaders who know well about Hari Bulan. Data collection techniques were carried out using interviews, observation, and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman interactive data analysis model. The findings show that the origin of Hari Bulan was not clearly revealed when it appeared in Northern Kluet society. Hari Bulan cannot be separated from the origin of the arrival of Islam itself in Aceh, especially in North Kluet. In one month there are good and bad Hari Bulan. Therefore, the Kluet people carry out life cycle rituals on auspicious days according to Hari Bulan. To preserve it, we need mobilizers, observers, and supporters from various levels of society to keep maintaining and developing a strong motivation to participate in the preservation of the tradition of seeing Hari Bulan.