Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Lama Menderita Dengan Pengetahuan Penanganan Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Suwawa: The Relationship Between Duration of Suffering and Knowledge of Hypoglycemia Management in Type 2 Diabetes Mellitus Patients in the Suwawa Community Health Center Work Area Tiyansi Husain; Ita Sulistiani; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7887

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, termasuk pemahaman terhadap komplikasi seperti hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi penurunan kadar gula darah yang dapat terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan pengobatan. Pengetahuan pasien mengenai cara mengenali dan menangani hipoglikemia sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama menderita dengan pengetahuan penanganan hipoglikemia pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Suwawa menggunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Suwawa sebanyak 75 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 41 responden (54,7%) memiliki lama menderita diabetes melitus tipe 2 kategori singkat. Sebanyak 33 responden (44.0%) memiliki pengetahuan penanganan hipoglikemia kategori baik. Berdasarkan uji korelasi pearson diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 maka terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita dengan pengetahuan penanganan hipoglikemia pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja.
Gambaran Pengetahuan Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI Di Desa Popodu: Overview of Mothers' Knowledge in Providing Complementary Foods for Breastfeeding in Popodu Village Rahmatia Kadir; Nurdiana Djamaluddin; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8597

Abstract

Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) terlalu dini sebelum bayi berusia 6 bulan maupun terlambat, MP-ASI yang diberikan tidak cukup dan frekuensi pemberian MP-ASI yang kurang menyebabkan periode emas pada bayi dapat menjadi periode kritis yang akan menganggu tumbuh kembang bayi saat ini dan masa mendatang, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya pengetahuan ibu. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di Desa Popodu. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian adalah semua ibu yang mempunyai bayi berusia 6-24 bulan di Desa Popodu sebanyak 33 bayi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dalam memberikan MP-ASI. Analisa data univariat dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang dikategorikan kurang sebanyak 13 responden (39,4%), pengetahuan cukup sebanyak 11 responden (33,3%) dan pengetahuan baik sebanyak 9 responden (27,3%). Simpulan pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di Desa Popodu mayoritas tergolong pengetahuan yang kurang. Saran bagi aparat desa Popodu dapat bekerja sama dengan Puskesmas Bulango Timur untuk memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan mendemostrasikan praktik pemberian MP-ASI secara langsung sesuai usia bayi.
Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Tahun Pertama Dalam Menjalani Perkuliahan Di Universitas Negeri Gorontalo : An Overview of Stress Levels of First-Year Nursing Students During Their Studies at Gorontalo State University Mulya Cita Ibrahim; Zulkifli B. Pomalango; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9248

Abstract

Stres merupakan gangguan psikologis yang sering di alami mahasiswa, terutama pada masa transisi keperguruan tinggi. Mahasiswa keperawatan tahun pertama rentan mengalami stress akibat penyesuaian dengan sistem akademik yang padat dan tuntutan praktikum yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stress mahasiswa keperawatan tahun pertama di Universitas Negeri Gorontalo. Metode yang digunakan adalah desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 105 mahasiswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di Jurusan Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (69,5%) mengalami stress sedang, sementara 30,5% lainnya mengalami stress berat. Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang baru dan tuntutan praktikum yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya perhatian terhadap psikologis mahasiswa, terutama pada tahun pertama. Oleh karena itu, pengembangan program pendampingan psikologis, pelatihan manajemen stres, serta komunikasi antara dosen dan mahasiswa sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan stress secara efektif. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi stress mahasiswa dan efektivitas intervensi yang diterapkan dalam mengurangi tingkat stres.