Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect of Health Education Through Interactive Educational Videos on Public Knowledge About Handling Post-Flood Diarrhea in the Tilango Health Center Working Area Fatmawati Nggai; Ita Sulistiani Basir; Ibrahim Suleman
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.11154

Abstract

Floods are one of the disasters that often occur and have an impact on increasing health problems, one of which is diarrhea. Post-flood diarrhea is generally caused by poor sanitation and limited access to clean water. In Indonesia, floods are the most common disasters with 1,166 incidents in 2023 that have an impact on 4.2 million people. In Gorontalo Province, floods occur almost every year which impact tens of thousands of people. Post-flood conditions increase the risk of environment-based diseases, especially diarrhea. This study aims to determine the influence of health education through interactive educational videos on public knowledge about handling diarrhea after flooding in the working area of the Tilango Health Center. The research uses a quantitative method with a pre-experimental design of the one-group pretest-posttest type. The population of 163 people with a sample of 62 respondents used the purposive sampling technique. The research instruments are in the form of knowledge questionnaires and educational video media. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the study showed that there was a significant influence of health education through interactive educational videos on increasing public knowledge with a p-value = 0.000 (? < 0.05). The conclusion of this study is that interactive educational videos are effective in increasing public knowledge about handling diarrhea after floods and can be a sustainable digital media-based health promotion strategy.
The Effect of Diabetes Self Management Booklet Educational Media on Reducing Anxiety Levels in Diabetes Mellitus Patients in the Puskesmas Working Area South Cities Irgina Raffsya P. Ibrahim; Ita Sulistiani Basir; Siti Hajar Salawali
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10513

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia due to impaired insulin work. DM not only has an impact on physical health but also psychologically, one of which is anxiety. Untreated anxiety can worsen a patient's quality of life and medication adherence. One of the interventions to overcome this is Diabetes Self-Management Education (DSME) using booklet media. This study aims to determine the effect of the use of DSME booklet educational media on reducing anxiety levels in DM patients in the working area of the South City Health Center. This quantitative research uses a pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest Design approach. The sample amounted to 49 respondents who were selected using accidental sampling techniques. Data analysis used the Wilcoxon test. The instrument in this study used the HARS questionnaire. The results showed that before being educated, the majority of respondents experienced moderate (47%) and severe (35%) anxiety. After being given the intervention through a booklet, anxiety levels decreased to mild (47%) and non-anxiety (18%). The results of the Wilcoxon test showed a p-value (0.000) < 0.05, which means that DSME booklet education had a significant effect on reducing anxiety of DM patients in the work area of the South City Health Center because it provided clear, structured, and practical information.
Gambaran Pengetahuan Pasien DM Tentang Pemilihan Alas Kaki Yang Tepat Sebagai Upaya Menurunkan Risiko Ulkus Diabetik Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila: Overview of DM Patients' Knowledge About Choosing the Right Footwear as an Effort to Reduce the Risk of Diabetic Ulcers in the Kabila Health Center Work Area Indah Sulistiowati Putri; Vivien Novarina A Kasim; Ita Sulistiani Basir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7696

Abstract

Penderita diabetes mellitus sangat berisiko mengalami komplikasi diabetes. Luka kaki diabetik merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus. Salah satu faktor penyebab terjadinya komplikasi luka kaki diabetik adalah penggunaan alas kaki yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien DM tentang pemilihan alas kaki yang tepat sebagai upaya menurunkan risiko ulkus diabetik di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 78 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat serta instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien DM tentang pemilihan alas kaki yang tepat sebagai upaya menurunkan risiko ulkus diabetik, menunjukkan bahwa sebagian besar responden yakni sebanyak 32 (41.0%) responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang pemilihan alas kaki yang tepat untuk digunakan oleh penderita diabetes mellitus hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pemilihan alas kaki yang tepat untuk digunakan oleh penderita diabetes mellitus. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dukungan dari berbagai pihak baik dari penderita diabetes mellitus maupun tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi maupun informasi tentang pemilihan alas kaki yang tepat dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan penggunaan alas kaki yang tepat bagi penderita diabetes mellitus.
Hubungan Neuropati Diabetik Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Tapa: The Relationship Between Diabetic Neuropathy and Sleep Quality in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Tapa Health Center Sri Handayani Luawo; Ita Sulistiani Basir; Andi Mursyidah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7762

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan intoleransi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak adekuat dalam memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Angka kematian akibat diabetes pada penduduk usia 20 hingga 79 tahun di Indonesia diperkirakan mencapai 236,711. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan neuropati diabetik dengan kualitas tidur pada pasien diebates melitus tipe 2 di puskesmas tapa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 144 responden dengan besar sampel sebanyak 83 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami neuropati ringan sebanyak 26 pasien, neuropati sedang sebanyak 27 pasien, dan neuropati berat sebanyak 30 pasien. Selain itu, responden yang mengalami kualitas tidur buruk sebanyak 67 pasien dan yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 16 pasien. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara neuropati diabetik dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value = 0,000 (<0.05). Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi yang sering dialami oleh individu yang menderita Diabetes Melitus. Gejalanya dapat berupa sensasi terbakar, getaran, dan nyeri, terutama terasa lebih intens pada malam hari, yang dapat mengganggu tidur dan pola tidur penderita. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan neuropati diabetik dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas tapa.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kabila: Relationship between Sleep Quality and Quality of Life in the Elderly with Type 2 Diabetes Mellitus at Puskesmas (Community Health Center) Kabila Sandena R. Solang; Ita Sulistiani Basir; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7763

Abstract

Kualitas tidur merujuk pada seberapa baik seseorang tidur, mencakup aspek kontinuitas, durasi, kedalaman, dan kepuasan tidur, yang tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan tidur. Sedangkan kualitas hidup adalah gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual individu yang dirasakan dan mempengaruhi kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 127 orang, menjadi 96 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner Pittsburgh Sleep Quslity Indeks untuk mengukur kualitas tidur penderita dan Diabetes Quality Of Life untuk mengukur kualitas hidup penderita. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapatkan kualitas tidur baik dan kualitas hidup baik sebanyak 43 responden (100%), kualitas tidur buruk dan kualitas hidup cukup sebanyak 48 responden (90,6%) dan kualitas tidur buruk dan kualitas hidup kurang sebanyak 5 (9,4%). Berdasarkan uji Spearman rank di dapatkan p-value (0,000) lebih kecil dari ? = 0,05 atau p-value < nilai ? sehingga disimpulkan H1 diterima, artinya ada hubungan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan wawasan tentang dampak jangka panjang gangguan tidur terhadap penurunan kualitas hidup pada lansia dengan Diabetes Melitus.
Hubungan Diabetes Distress dengan Self Care pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila: The Relationship Between Diabetes Distress and Self-Care in Type 2 Diabetes Mellitus Patients in the Kabila Community Health Center Work Area Risma Asmarani Azis; Ita Sulistiani Basir; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8304

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan dapat memicu berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan DM Tipe 2 memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Hal ini dapat menyebabkan pasien rentan terhadap stres, terutama jika mereka merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi penyakit. Stres yang berkaitan dengan diabetes ini dikenal dengan istilah diabetes distress, yaitu kondisi emosional yang muncul karena merasa terbebani oleh pengelolaan diabetes, risiko adanya komplikasi, dan perubahan gaya hidup. Kondisi ini dapat mempengaruhi ketidakmampuan pasien dalam menjalankan self care secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes distress dengan self care pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas kabila. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu 74 responden dengan menggunakan teknik Proportional Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman, yang menunjukkan nilai p value = 0,000, di mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara diabetes distress dengan self care pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan pasien DM Tipe 2 dapat memaksimalkan manajemen diabetes distress yang mereka alami, sehingga perilaku self care dapat lebih terkontrol dan terjaga dengan baik.
Gambaran Kualitas Hidup Pada Lansia di Desa Buntulia Jaya: Overview of Quality of Life in the Elderly in Buntulia Jaya Village Widyawati Bawu; Ita Sulistiani Basir; Nirwanto K. Rahim
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9314

Abstract

Masa lanjut usia (lansia) merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang berdampak pada kualitas hidup. Lansia memiliki karakteristik dan pengalaman hidup yang berbeda-beda, sehingga kualitas hidup mereka juga beragam. Penurunan kualitas hidup yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kesejahteraan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada lansia yang tinggal di Desa Buntulia Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 67 lansia yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 responden (67,2%) memiliki kualitas hidup dalam kategori sedang dan 22 responden (32,8%) berada pada kategori kualitas hidup rendah. Tidak terdapat responden dengan kualitas hidup tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik terhadap kondisi fisik dan sosial mereka, namun masih terdapat kebutuhan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi profesi keperawatan, keluarga, dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada lansia guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.