Pina Budiarti Pratiwi
Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Rasio Prekursor terhadap Kristalinitas Nanopartikel ZnO Hasil Sintesis Hijau Berbasis Ekstrak Parthenium hysterophorus L. Nahzim Rahmat; Prisca Caesa Moneteringtyas; Pina Budiarti Pratiwi; Trisno Afandi
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v9i1.4067

Abstract

This study aims to synthesize ZnO nanoparticles via a green synthesis approach using Parthenium hysterophorus L. leaf extract with two variations of precursor ratios. The process was carried out at a temperature range of 65–85 °C followed by calcination at 600 °C for 2 hours. FTIR analysis showed a strong absorption band at 840 cm⁻¹ corresponding to Zn–O stretching vibrations, along with several organic functional groups (C–O, C=O, C=C) acting as natural stabilizing agents. XRD patterns confirmed the formation of the wurtzite ZnO phase without impurities, with crystallite sizes calculated by the Scherrer equation of 0.87 nm (Sample A) and 0.94 nm (Sample B). The sharper peaks observed in Sample B indicate higher crystallinity. These findings demonstrate the effectiveness of P. hysterophorus L. extract as a natural bioreductant in the eco-friendly synthesis of ZnO nanoparticles
Studi Komparatif Pengaruh Jenis Pelarut terhadap Pembentukan dan Karakteristik Nanopartikel ZnO Berbasis Ekstrak Daun Parthenium hysterophorus L. Nahzim Rahmat; Prisca Caesa Moneteringtyas; Pina Budiarti Pratiwi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi November)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v1i2.2885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh jenis pelarut terhadap karakteristik nanopartikel ZnO yang disintesis menggunakan ekstrak daun Parthenium hysterophorus L. sebagai agen pereduksi alami. Ekstrak daun direndam dengan dua pelarut yaitu metanol atau aquabides selama 24 jam dan digunakan sebagai agen pereduksi dalam sintesis ZnO. Endapan yang dihasilkan dikeringkan, dikalsinasi pada 600 °C, dan dikarakterisasi menggunakan FTIR serta XRD. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan O–H pada 3318 cm⁻¹ pada sampel B yang tidak muncul pada sampel A. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan gugus hidroksil sisa yang lebih dominan pada sintesis berbasis air. Sementara itu, hasil XRD mengonfirmasi bahwa kedua sampel memiliki struktur kristal ZnO heksagonal tipe wurtzite (JCPDS No. 36-1451) dengan puncak utama pada 2θ sekitar 31,7°, 34,4°, dan 36,3°. Ukuran kristalit yang dihitung menggunakan persamaan Scherrer menunjukkan nilai rata-rata sekitar 41 nm untuk sampel A dan 28 nm untuk sampel B. Hasil ini menunjukkan bahwa metanol menghasilkan kristal ZnO yang lebih besar, sedangkan air menghasilkan kristalit lebih kecil dengan strain kisi lebih tinggi.
Produksi Biochar dari Berbagai Sumber Biomassa: Metode, Karakteristik, dan Potensi Pemanfaatan Adelia Yesya Putri Hasibuan; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Erna Juwita; Nina Hartati; Imas Masriah; Pina Budiarti Pratiwi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3304

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan baku biochar merupakan salah satu alternatif yang efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review terhadap produksi biochar dari berbagai sumber biomassa dengan fokus pada jenis bahan baku, metode produksi, kondisi proses, serta karakteristik biochar yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi pencarian literatur dari berbagai basis data ilmiah dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis biomassa dan metode produksi sangat mempengaruhi kualitas biochar. Biomassa lignoselulosa cenderung menghasilkan biochar dengan kandungan karbon dan stabilitas tinggi, sedangkan limbah organik menghasilkan biochar yang kaya unsur hara. Proses pirolisis, khususnya pada suhu 400–600°C, merupakan metode yang paling umum digunakan dan mampu menghasilkan biochar dengan sifat fisikokimia yang baik. Selain itu, peningkatan suhu pirolisis diketahui dapat meningkatkan kandungan karbon, stabilitas termal, serta luas permukaan biochar, meskipun dapat menurunkan yield. Biochar yang dihasilkan memiliki potensi aplikasi sebagai pembenah tanah, adsorben, serta media penyimpanan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.Dengan demikian, pemilihan bahan baku dan kondisi proses yang tepat menjadi faktor penting dalam optimasi produksi biochar yang berkelanjutan.