Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Pembuatan Kertas dari Serat Daun Nanas dan Daun Pandan Duri Nina Hartati; Salmira Salmira; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Meyci Trisna; Ayu Syufiatun Br Tarigan
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i2.27170

Abstract

This research was conducted to determine the physical characteristics of paper made from a mixture of pineapple leaf fiber and thorny pandan leaf fiber as an environmentally friendly alternative raw material. The research method employed was an experimental design with variations in material composition, specifically 8:2, 6:4, 4:6, dan 2:8, which represent the ratio of pineapple leaf fiber to thorny pandan leaf fiber. The papermaking process began with cooking using a sodium hydroxide (NaOH) solution at concentrations of 8%, 10%, and 13% at a temperature of 100 °C. Subsequently, a bleaching stage was performed using kaolin clay (5%) dissolved in 100 mL of distilled water, which was then mixed evenly using a blender. The resulting pulp was filtered, dried, and formed into paper sheets. The research findings indicate that the highest cellulose content, measuring 99,33%, was obtained at the 2:8 composition, while the lowest content, measuring 60%, was found at the 6:4 composition. The maximum grammage reached 117 g/m² and the maximum thickness was 1,21 mm, obtained from the 2:8 and 8:2 compositions, respectively. Meanwhile, the highest tensile strength value, recorded at 4,200823 kN/m was observed in the 8:2 composition. Based on these results, the paper produced demonstrates the potential to comply with the requirements stipulated in SNI 8218:2015.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Narigunung I melalui Edukasi Aman Gunakan Plastik dan Pemahaman Risiko Kesehatan Nahzim Rahmat; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Prisca Caesa Moneteringtyas; Adelia Yesya Putri Hasibuan; Siti Mahmudha
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.124

Abstract

Plastik merupakan bahan yang sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang ringan, kuat, dan ekonomis. Namun, penggunaan plastik yang tidak sesuai dengan standar keamanan, terutama penggunaan ulang kemasan plastik, dapat menyebabkan paparan senyawa berbahaya seperti Bisfenol-A (BPA) dan ftalat yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Narigunung I, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang identifikasi jenis plastik, arti kode daur ulang (1–7), serta bahaya penggunaan plastik berulang bagi kesehatan dan lingkungan. Metode kegiatan meliputi survei awal, edukasi interaktif melalui ceramah dan demonstrasi, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test terhadap 15 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 39,3 dan post-test sebesar 86,7. Peserta menjadi lebih mampu mengenali kode plastik, membedakan jenis yang aman digunakan ulang, dan memahami risiko kesehatan akibat paparan bahan kimia berbahaya. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan plastik yang aman serta mendorong perilaku ramah lingkungan.
Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Pembuatan Kertas dari Serat Daun Nanas dan Daun Pandan Duri Nina Hartati; Salmira Salmira; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Meyci Trisna; Ayu Syufiatun Br Tarigan
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i2.27170

Abstract

This research was conducted to determine the physical characteristics of paper made from a mixture of pineapple leaf fiber and thorny pandan leaf fiber as an environmentally friendly alternative raw material. The research method employed was an experimental design with variations in material composition, specifically 8:2, 6:4, 4:6, dan 2:8, which represent the ratio of pineapple leaf fiber to thorny pandan leaf fiber. The papermaking process began with cooking using a sodium hydroxide (NaOH) solution at concentrations of 8%, 10%, and 13% at a temperature of 100 °C. Subsequently, a bleaching stage was performed using kaolin clay (5%) dissolved in 100 mL of distilled water, which was then mixed evenly using a blender. The resulting pulp was filtered, dried, and formed into paper sheets. The research findings indicate that the highest cellulose content, measuring 99,33%, was obtained at the 2:8 composition, while the lowest content, measuring 60%, was found at the 6:4 composition. The maximum grammage reached 117 g/m² and the maximum thickness was 1,21 mm, obtained from the 2:8 and 8:2 compositions, respectively. Meanwhile, the highest tensile strength value, recorded at 4,200823 kN/m was observed in the 8:2 composition. Based on these results, the paper produced demonstrates the potential to comply with the requirements stipulated in SNI 8218:2015.
Optimasi Pupuk Organik Cair Limbah Pisang dengan EM4 sebagai Bioaktivator untuk Pertumbuhan Kangkung Muhammad Abdi Lubis; Nina Hartati; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Adelia Yesya Putri Hasibuan
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang dan bonggol pisang sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC) dengan penambahan bioaktivator EM4 serta mengevaluasi kualitas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu produksi dan karakterisasi POC serta aplikasi pada tanaman. Variasi perlakuan meliputi dosis EM4 (40 ml, 50 ml, dan 60 ml) dan waktu fermentasi (14, 18, dan 22 hari). Parameter yang diamati meliputi uji fisik, pH, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dan bau menyengat sebagai indikasi fermentasi. Nilai pH menurun hingga rata-rata 3,3 dan belum memenuhi standar mutu. Aplikasi POC menunjukkan peningkatan tinggi tanaman kangkung dibandingkan kontrol, meskipun tidak signifikan. Secara umum, POC dari limbah batang dan bonggol pisang berpotensi sebagai pupuk organik alternatif, namun memerlukan optimasi proses fermentasi dan peningkatan kandungan hara.
Produksi Biochar dari Berbagai Sumber Biomassa: Metode, Karakteristik, dan Potensi Pemanfaatan Adelia Yesya Putri Hasibuan; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Erna Juwita; Nina Hartati; Imas Masriah; Pina Budiarti Pratiwi
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3304

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan baku biochar merupakan salah satu alternatif yang efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review terhadap produksi biochar dari berbagai sumber biomassa dengan fokus pada jenis bahan baku, metode produksi, kondisi proses, serta karakteristik biochar yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi pencarian literatur dari berbagai basis data ilmiah dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis biomassa dan metode produksi sangat mempengaruhi kualitas biochar. Biomassa lignoselulosa cenderung menghasilkan biochar dengan kandungan karbon dan stabilitas tinggi, sedangkan limbah organik menghasilkan biochar yang kaya unsur hara. Proses pirolisis, khususnya pada suhu 400–600°C, merupakan metode yang paling umum digunakan dan mampu menghasilkan biochar dengan sifat fisikokimia yang baik. Selain itu, peningkatan suhu pirolisis diketahui dapat meningkatkan kandungan karbon, stabilitas termal, serta luas permukaan biochar, meskipun dapat menurunkan yield. Biochar yang dihasilkan memiliki potensi aplikasi sebagai pembenah tanah, adsorben, serta media penyimpanan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.Dengan demikian, pemilihan bahan baku dan kondisi proses yang tepat menjadi faktor penting dalam optimasi produksi biochar yang berkelanjutan.