Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Literasi Media Melalui Dongeng ( Kegiatan Mobil Pintar bekerja sama dengan Pundi Amal dan Peduli Kasih) Safrudiningsih
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 5 No. 2 (2018): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dongeng dipandang sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai, dan untuk masyarakat lama itu dapat dipandang sebagai satu-satunya cara. Sesuai dengan keberadaan misi tersebut, dongeng mengandung ajaran moral. Oleh karena itu Pundi Amal dan Peduli Kasih dengan Mobil Pintarnya membuat gerakan literasi media melalui dongeng ke beberapa sekolah di Jakarta. Di samping itu literasi media juga bertujuan untuk melindungi konsumen yang rentan dan lemah terhadap dampak media penetrasi budaya media baru. Salah satu media yang bisa mengurangi intensitas menonton televisi dan penggunana gadget adalah dengan dongeng. Dengan gerakan ini diharapkan dapat membawa perubahan pada pola pikir anak dalam memanfaatkan media khususnya televisi dan tayangan-tayangan media massa lainnya. Dalam kegiatan Dongeng bersama Mobil Pintar memberikan contoh gambaran-gambaran tayangan yang boleh ditonton sesuai usianya. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
MENGGUGAH KREATIVITAS ANAK MELALUI PEKAN CERIA KAMPUNG DONGENG JAKARTA RAYA Safrudiningsih
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 6 No. 1 (2019): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/dgz02497

Abstract

Pekan Ceria yang dilakukan Kampung Dongeng Jakarta Raya dengan berbagai aktivitas yang mengedukatif dan menyenangkan. kegiatan ini dapat menggugah kreativitas anak karena kegiatan ini merangsang dari segi fisik maupun mentalnya. Dari segi fisiknya anak-anak diajak melakukan berbagai kegiatan yang bergerak seperi senam,. dan juga dari segi imajinasi atau mentalnya dari kegiatan mendongeng ,sulap serta prakarya atau biasanya dalam Pekan Ceria menggunakan istilah kreativitas. Melalui metode kualitatif yaitu wawancara dan observasi terhadap anak-anak dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan Pekan Ceria. Semua anak mempunyai potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Akibatnya, kreativitas seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang seperti melalui Pekan Ceria. Kreativitas anak dapat muncul ketika bermain atau melalui kegiatan bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Waktu yang tersedia di dalam kehidupannya pada waktu itu hampir dihabiskan dengan kegiatan bermain. 
Dilema Eksil: Tetap di Luar Negeri atau Pulang ke Tanah Air Suradi; Safrudiningsih; Sjailendra
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/7p69ww09

Abstract

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 berdampak hingga saat ini. Salah satu yang sangat dirasakan adalah oleh orang Indonesia yang berada di luar negeri, terutama mahasiswa yang dikirim Bung Karno ke Eropa Timur, mereka bekerja, atau melakukan tugas tertentu. Banyak di antara mereka tidak bisa pulang ke Tanah Air. Mereka yang terhalang pulang ini disebut ‘Eksil’. Pada 27 Juni 2023 Presiden Jokowi meluncurkan program penyelesaian HAM berat Non Yudisial, termasuk korban 1965 seperti Eksil. Presiden Jokowi juga mengutus Menkopolhukam untuk mendatangi para Eksil di Eropa dan menawarkan untuk pulang ke Indonesia. Para Eksil saat ini menghadapi dilema baru: tetap di luar negeri atau pulang ke tanah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap soal ini. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, dengan penggunaan literatur, tayangan media online, dan wawancara. Hasil penelitian, respon para Eksil terhadap kebijakan Presiden Jokowi beragam, ada yang senang ingin pulang, sementara banyak yang menolak karena alasan usia dan kehidupan baru di luar negeri.