Santri E. P. Djahimo
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Excellent Spirit Christian School (ESCS) Kupang Gupuh Rahayu; Santri E. P. Djahimo; Novriani R. Manafe
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25828

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana bertujuan untuk memfasilitasi pengalaman pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna dan relevan secara budaya melalui integrasi kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk membantu siswa menghubungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan identitas budaya, nilai-nilai, dan konteks lokal mereka. Kegiatan yang dilakukan meliputi sesi kelas interaktif, dan kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa yang mengintegrasikan cerita rakyat lokal dari NTT sebagai bahan pembelajaran Bahasa Inggris. Pelaksanaan program ini mengikuti pendekatan partisipatif, memungkinkan guru dan siswa berkolaborasi dalam mengembangkan praktik pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif dan berbasis konteks. Pengamatan dan refleksi selama kegiatan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme, kepercayaan diri, dan pemahaman yang lebih besar ketika bahan pembelajaran terkait dengan lingkungan budaya mereka. Selain itu pendekatan ini juga mendorong pengembangan karakter, pemikiran kritis, dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan seperti kebutuhan adaptasi materi, integrasi kearifan lokal terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris dan kesadaran budaya siswa. Kegiatan pengabdian ini menyoroti pentingnya pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual di Indonesia dan memberikan wawasan bagi pendidik yang ingin menyeimbangkan pembelajaran bahasa global dengan nilai-nilai lokal dalam konteks budaya yang beragam.
The orthography of implosive consonants in languages of East Nusa Tenggara: Pedagogical implications Thersia Magdalena Tamelan; Zuvyati A. Tlonaen; Angela Merici Minggu; Santri E. P. Djahimo
LITERA Vol. 25 No. 2: LITERA (JULY 2026)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v25i2.93065

Abstract

Orthography development for the languages of East Nusa Tenggara has been undertaken by various institutions and researchers, resulting in multiple conventions for representing the same phonological features. However, systematic evaluation of these variations remains limited. This study examines how implosive consonants—bilabial /ɓ/, alveolar /ɗ/, palatal /ʄ/, and velar /ɠ/—are represented in existing orthographies and discusses the pedagogical implications of these representations. A comparative qualitative design was employed through documentary analysis and orthography testing. Documentary data were collected from grammars, linguistic publications, and community literacy materials representing eight languages. Orthography testing involved 20 elementary school students and 10 teachers from Hawu and Dela communities. Participants completed oral reading tasks followed by group discussions. The findings reveal considerable variation in the representation of implosive consonants across languages and institutions, including both underrepresentation and overrepresentation of phonemes. These inconsistencies may reduce orthographic transparency and create additional challenges for beginning readers, particularly in multilingual educational contexts. The study highlights the importance of consistent phoneme–grapheme correspondences and encourages collaboration among researchers, institutions, and language communities in developing more transparent orthographic systems for the languages of East Nusa Tenggara.