Elang Bakhrudin H
Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALITAS YANG TERUKUR MAHASISWA BERDASARKAN PRESENTASI DIRI DI DUA AKUN INSTAGRAM: Studi Fenomenologi dua akun Instagram pada Mahasiswa IAI AL-AZIS Nahniya Isnain Septiorini; Muhammad Nurkholis Abdurrazaq; Elang Bakhrudin H
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36003

Abstract

This study explores student self-presentation on Instagram, focusing on the use of public and private accounts within the context of digital sociality. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, and observations of seven students. Michikyan’s Self-Presentation theory and Miller’s concept of Scalable Sociality were used as analytical frameworks to examine how students balance the True Self, Ideal Self, and False Self by scaling their interactions from intimate audiences to public ones. The findings reveal that public accounts are utilized to project the Ideal Self through aspirational content, whereas private accounts serve as spaces for the authentic expression of the True Self. In the context of Muslim students, Islamic ethics, based on the Hadith concerning the responsibility of leadership (Sahih Bukhari: 2278) and Surah As-Saff [61]: 2–3, influence content choices aimed at maintaining moral integrity. This research introduces the concept of the Hybrid Self, which reflects an integration of authenticity and aspiration, and highlights Instagram’s role as a reflective tool. The study contributes to the understanding of digital sociality and offers recommendations for digital literacy within educational institutions.
PENGARUH KECEMASAN KOMUNIKASI TERHADAP AKTIVITAS BERSOSIALISASI PADA MAHASISWA ANGKATAN 9 PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM IAI AL-AZIS Difa Sani Ramadhan; Elang Bakhrudin H; Muhammad N. Abdurrazaq
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.645

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kecemasan komunikasi interpersonal terhadap aktivitas bersosialisasi mahasiswa dengan lokasi penelitian di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAI AL-AZIS Angkatan 9. Dalam konteks akademik, kemampuan komunikasi interpersonal memegang peranan penting dalam membentuk relasi sosial, partisipasi kelas, dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana tingkat kecemasan komunikasi yang dialami mahasiswa memengaruhi kenyamanan interaksi sosial dan frekuensi mereka dalam bersosialisasi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan komunikasi mahasiswa, tingkat aktivitas bersosialisasi, serta pengaruh kecemasan komunikasi terhadap aktivitas bersosialisasi di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis statistik. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada 37 responden dan diolah menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori kecemasan komunikasi sedang (75,7%), sementara sebagian kecil berada pada kategori rendah (13,5%) dan tinggi (10,8%). Pada variabel aktivitas bersosialisasi, sebagian besar mahasiswa juga berada pada kategori sedang (67,6%), diikuti oleh kategori rendah (18,9%) dan tinggi (13,5%). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara kecemasan komunikasi dengan aktivitas bersosialisasi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,494 mengindikasikan bahwa 49,4% variasi aktivitas bersosialisasi dapat dijelaskan oleh tingkat kecemasan komunikasi mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi kecemasan komunikasi yang dialami mahasiswa, semakin rendah tingkat aktivitas bersosialisasi mereka, baik dalam hal kenyamanan berinteraksi maupun frekuensi interaksi sosial.