Ulfa Rahma
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP EMOSIONAL DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 ULUIWOI Indah Purmasari; Ulfa Rahma; Eka Firmansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap perkembangan emosional dan prestasi akademik siswa kelas IX SMP Negeri 1 Uluiwoi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 33 siswa kelas IX serta 10 guru mata pelajaran sebagai penilain tambahan terhadap prestasi akademik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier melalui SPSS Versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,61% siswa memiliki motivasi belajar tinggi, sedangkan 87,88% siswa memiliki perkembangan emosional yang baik. Analisis regresi mengungkapkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosional (R = 0,612; p < 0,001) dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik (R = 0,431; p = 0,017). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa, semakin baik pengelolaan emosinya sehingga berdampak positif pada pencapaian akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi intrinsik dan stabilitas emosional dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada sekolah pedalaman seperti SMP Negeri 1 Uluiwoi.
IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAAN DALAM AL-QUR’AN PADA INTERAKSI GURU DAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ULUIWOI Ulfa Rahma; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11318

Abstract

This study aims to examine the humanistic values in the Qur’an that are relevant to educational interaction, their implementation in teacher student interaction, and the factors influencing their application at SMP Negeri 1 Uluiwoi. This research employed a qualitative approach with a descriptive analytical method. Data were collected through observation, in depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the dominant Qur’anic humanistic values in educational interaction include respect for human dignity, justice, compassion and empathy, as well as moral responsibility and exemplarity. These values have been implemented in a relatively humanistic and dialogical manner in both classroom and school interactions, although their application has not been entirely consistent in certain situations. Supporting factors include teachers’ religious understanding and a conducive school culture, while inhibiting factors involve time constraints, teachers’ administrative workload, and students’ social environments. This study underscores that integrating Qur’anic humanistic values into educational interaction is essential for strengthening character education within the framework of Islamic education.
PEMANFAATAN MEDIA ERROR CARDS DALAM MENGATASI KESALAHAN PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG DIPENGARUHI BAHASA TOLAKI PADA SISWA KELAS IX SMP Ulfa Rahma; Sujinah Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9005

Abstract

ABSTRACT The dominant use of local languages in students’ daily lives often leads to linguistic interference in Indonesian language learning, particularly in writing skills. This study aims to identify the types of Indonesian writing errors influenced by the Tolaki language and to describe the use of error cards as a pedagogical strategy to address these errors among ninth-grade students at SMP Negeri 1 Uluiwoi. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through analysis of students’ written work, classroom observations, and interviews. The research stages included identifying writing errors, implementing error cards in the learning process, and analyzing changes in students’ writing ability and language awareness. The findings reveal that the dominant writing errors involve spelling, word choice, affix usage, and sentence structure, which are influenced by interference from the Tolaki language. The implementation of error cards enables students to recognize errors concretely, understand their underlying causes, and revise their writing in accordance with standard Indonesian language conventions, while also enhancing students’ engagement and accuracy in learning. Therefore, error cards are effective as a contextual instructional medium for reducing the influence of local languages and improving Indonesian writing skills in bilingual school settings. ABSTRAK Penggunaan bahasa daerah yang dominan dalam kehidupan sehari-hari siswa sering menimbulkan interferensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan penulisan Bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh Bahasa Tolaki serta mendeskripsikan pemanfaatan media error cards sebagai upaya pedagogis untuk mengatasi kesalahan tersebut pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Uluiwoi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui analisis hasil tulisan siswa, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kesalahan penulisan, penerapan media error cards dalam pembelajaran, serta analisis perubahan kemampuan dan kesadaran berbahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penulisan yang dominan meliputi kesalahan ejaan, pilihan kata, penggunaan imbuhan, dan struktur kalimat yang dipengaruhi oleh interferensi Bahasa Tolaki. Penerapan media error cards membantu siswa mengenali kesalahan secara konkret, memahami penyebab kesalahan, serta memperbaiki penulisan sesuai kaidah Bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan keaktifan dan ketelitian siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, media error cards efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran kontekstual untuk meminimalkan pengaruh bahasa daerah dan meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah bilingual.
IDEOLOGI NASIONALISME DALAM TUTURAN UPACARA BENDERA: ANALISIS WACANA KRITIS WODAK PADA SISWA SMA Nora Elmirna; Ulfa Rahma; R. Panji Hermoyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9685

Abstract

Nationalism is often considered a natural characteristic, yet it is routinely produced through educational institutions to shape students' collective identity. The main focus of this research is to examine the construction of nationalist ideology in the speech of the flag ceremony at SMA Negeri 02 Bombana using Ruth Wodak's Critical Discourse Analysis model of Discourse-Historical Approach. The research stages were conducted qualitatively through the process of transcribing the speech of the ceremony instructor, field observations, and in-depth interviews to understand the institutional context. Data analysis focused on discursive strategies that include aspects of nomination, predication, argumentation, perspectivization, and the intensification and mitigation of meaning. The research findings indicate that nationalism is constructed through the framing of the inclusive identity of "we" as the subject of the nation who bears moral responsibility. This narrative dominates all segments of the ceremony with an emphasis on the topos of obligation and the threat of being left behind to legitimize students' compliance with school rules. Furthermore, institutional power relations are disguised through the use of paternalistic greetings that make ideological instructions feel like nurturing advice. The main conclusion confirms that the flag ceremony functions as a mechanism for reproducing state ideology that is normative and sacred in nature within the educational ecosystem. This discursive practice successfully transformed critical awareness into disciplinary compliance without any open resistance through very intensive and systematic national symbolism in a sustainable manner to create pure loyalty among all students. ABSTRAK Nasionalisme sering kali dianggap sebagai karakter yang alami, padahal ia diproduksi secara rutin melalui institusi pendidikan guna membentuk identitas kolektif siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji konstruksi ideologi nasionalisme dalam tuturan upacara bendera di SMA Negeri 02 Bombana dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Discourse-Historical Approach milik Ruth Wodak. Tahapan penelitian dilakukan secara kualitatif melalui proses transkripsi tuturan amanat pembina upacara, observasi lapangan, serta wawancara mendalam untuk memahami konteks institusional. Analisis data difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup aspek nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi makna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dibangun melalui pembingkaian identitas inklusif "kita" sebagai subjek bangsa yang memikul tanggung jawab moral. Narasi tersebut mendominasi seluruh segmen upacara dengan penekanan pada topos kewajiban dan ancaman ketertinggalan guna melegitimasi kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Selain itu, relasi kuasa institusional disamarkan melalui penggunaan sapaan paternalistik yang membuat instruksi ideologis terasa sebagai nasihat pengasuhan. Simpulan utama menegaskan bahwa upacara bendera berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ideologi negara yang bersifat normatif dan sakral dalam ekosistem pendidikan. Praktik diskursif ini berhasil mengubah kesadaran kritis menjadi kepatuhan disipliner tanpa adanya resistensi terbuka melalui simbolisme nasional yang sangat intensif dan sistematis secara berkelanjutan guna menciptakan loyalitas murni pada seluruh peserta didik.