Claim Missing Document
Check
Articles

Geliat Usha Mikro Ibu-bu Rumah Tangga dari Keluarga Miskin, Pembuatan Abon Bandeng dan Kecap di Gunung Anyar Kota Surabaya Mukayat Al-Amin; Siti Maro’ah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.9 KB) | DOI: 10.30651/aks.v1i2.901

Abstract

The problems and obstacles faced by Abon Bandeng business group "Barokah" and Kecap "Kurma" are: 1. The making process is still using traditional tools and in very little capacity, so that the products are produced less than the maximum and in small capacity. So when there is a rather large order they can not afford to fill the order in due to lack of equipment that is not adequate for more production capacity. 2. Marketing management that still rely on orders and exhibitions of food products, this results in less sustainable production, rather than resulting in profits that can not be maximal / uncertain. Therefore, based on the need for solutive and strategic steps to overcome the problem of business groups to be more productive and highly competitive, these steps antaralain: 1. The need to modernize the equipment so as to produce products that berkuwalitas and competitive can do more production. 2. The need to improve the quality of group resources in terms of marketing of production, this quality improvement can be done by doing marketing training / marketing of production. So that the already sustainable production can be marketed optimally. This devotion aims to 1) This Business Group can produce maximally both in terms of production capacity and in terms of high quality of competitive production. 2) Increasing the quality of human resources of the group members in terms of marketing of the products so that the production can be sold / marketed maximally. The method used in this service is the approach done by using FGD (Focus Group Discussion) method combined with participatory research method that is by studying, finding and rediscovering business problem that happened in the Development of Mother House Business Group Date.
Perkawinan Menurut Islam dan Protestan Noeroel Moearifah; Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.573 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1055

Abstract

Manusia tidak akan berkembang tanpa adanya perkawinan. Karena perkawinan menyebabkan adanya keturunan dan keturunan yang menimbulkan keluarga yang berkembang menjadi masyarakat, dimana masyarakat adalah suatu wadah dari bentuk kehidupan bersama yang didalamnya individu dan atau kelompok sebagai anggotanya saling mengadakan interaksi untuk kelangsungan hidupnya. Persoalan perkawinan adalah persoalan yang selalu actual dan selalu menarik untuk dibicarakan, karena persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia saja, tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur, yaitu rumah tangga. Luhur, karena lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilai-nilai kehidupan yang luhur. Pemahaman tentang konsep perkawinan di dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mana pengertian perkawinan menurut Pasal 1 adalah sebagai berikut :“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa”.“Perkawinan menurut hukun Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau mitssaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.”Perkawinan menurut agama Kristen adalah Perkawinan itu adalah suatu kemitraan yang permanen yang dibuat dengan komitmen diantara seorang wanita dan pria. Adanya perkawinan pasti berhungan juga dengan masalah perceraian atau talak. Talak atau perceraian menurut islam adalah melepaskan ikatan nikah dari pihak suami dengan mengucapkan lafadz tertentu. Perceraian itu sangat dilarang dalam agama Kristen. Dan Allah akan memberi hukuman kepada hambaNya, yang melakukan itu meskipun dalam keadaan terpaksa. Karena apa yang sudah disatukan Allah dalam perkawinan, tidak ada pihak manapun yang bisa memusnahkan seperti pihak ketiga dan pasangan itu sendiri. Adapun sumber data berasal dari buku-buku, Al-Quran, dan wawancara langsung dengan pihak yang berkaitan dengan perkawinan dan perceraian.
Toleransi Umat Beragama Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Mukayat Al Amin; Imam Supardi
Al Hikmah Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.623 KB) | DOI: 10.30651/ah.v4i1.2334

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang akan kaya akan keaneragaman. Perbedaan suku,budaya,adat istiadat,bahasa dan Agama menjadikan negara Indonesia  sebagai suatu negara yang berbeda dengan negara lain. Untuk mewujutkan dan mendukung multikulturalisme yang ada di Indonesia diperlukan adanya rasa toleransi ,saling menghormati dan menghargai.Toleransi umat beragama ini bisa terwujud di Indonesia dan sebagai contoh tepatnya di desa Balun kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Desa Balun merupakan desa yang majemuk dalam hal budaya dan agama Desa ini terdiri dari dua Pedukuhan atau dusun yang masyarakatnya memeluk tiga agama yakni: agama Islam sebagai agama mayoritas dan dua agama lagi yakni agama Kristen Protestan dan Hindu. Kehidupan masyarakat Desa Balun Nampak sangat rukun dan damai. Selama berabad-abad penduduk tinggal di desa Balun tidak pernah dijumpai konflik-konflik atas nama agama. Bagi warga setempat, keberadaan masjid dan gereja berdampingan tak menimbulkan masalah antar umat beragama. Di desa berpenduduk 4.150 jiwa juga terdapat pura atau tempat ibadah umat Hindu. Keberadaan tiga tempat ibadah di Balun, menunjukkan bahwa warga desa bukan pemeluk satu agama. Mereka juga menikahi pasangan berbeda agama. Tak sedikit dalam satu keluarga ada yang berbeda agama. Saya harap kerukunan masyarakat Balun menjadi contoh untuk warga lain tentang bagaimana kami merawat toleransi dan hidup berdampingan meski berbeda agama, ”Saling menghargai yang tinggi ditunjukkan warga, membuat desa ini dijuluki "Desa Pancasila  Kesimpulan dari peneltian ini semenjak penulis tinggal di desa balun mulai kecil hingga sekarang Toleransi umat beragama di desa balun masih bisa terjaga dengan baik. Kata Kunci: Toleransi umat beragama
Studi Komparatif: Pemikiran Pendidikan Islam Menurut KH. Ahmad Dahlan Dan KH. Hasyim Asy‟ari Mukayat Al-Amin; Mukadas Mukadas
Al Hikmah Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.845 KB) | DOI: 10.30651/ah.v4i2.2646

Abstract

Abstrak Pendidikan Islam dalam perspektif K.H. Ahmad Dahlan adalah merupakan suatu sarana dan upaya sadar yang dilakukan dalam rangka mengentaskan pemikiran manusia yang statis menuju pemikiran yang dinamis yang bertujuan melahirkan manusia yang siap tampil sebagai ulama-intelek dan intelek-ulama yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, serta kuat jasmani dan rohani yang tetap mendasarkan semua itu pada Al-Qur‟an dan Hadis. Sedangkan pendidikan Islam dalam perspekti K.H. Hasyim Asy‟ari merupakan sarana dan upaya strategis yang dilakukan oleh manusia dalam rangka mencapai kemanuisannya,se hingga mampu mengetahui hakikat penciptaannya, penciptanya dan tugas serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi yang kemudian bertujuan agar dengan pendidikan Islam, manusia mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT., sehingga mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat yang juga tetap melandaskan pada Al-Qur‟an dan Hadis. K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy‟ari memiliki persamaan dan perbedaan dalam memandang pendidikan Islam. Namun, secara umum mereka berdua sepakat bahwa pendidikan Islam merupakan sarana dan upaya yang tepat dan strategis dalam rangka menyelamatkan kehidupan manusia dari hal apapun. Sedangkan perbedaan yang terlihat dari kedua tokoh tersebut dalam memaknai pendidikan Islam adalah masalah substansi dari pendidikan Islam tersebut. K.H. Ahmad Dahlan cenderung bercorak modernis, sedangkan K.H. Hasyim Asy‟ari cenderung bercorak tradisionalis. Kontribusi K.H.Ahmad Dahlandan K.H. Hasyim Asy‟ariterhadappendidikan Islam di Indonesia sangatlah banyak. K.H. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya sudah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, dan K.H. Hasyim Asy‟ari dengan Nahdlotul Ulamanya juga sudah melahirkan lembaga pendidikan yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan sampai sekarang system pendidikan Islam yang mereka berdua tawarkan masih dipergunakan dalam lembaga-lembaga pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan Islam, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari
Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu Muhammad Sobirin; Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.675 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1100

Abstract

Skripsi ini mengulas ”Perawatan Jenasah Menurut Islam dan Hindu”. Kewajiban seorang muslim bila ada yang meninggal adalah memandikan Jenazah, mengafankan Jenazah, menyalatkan Jenazah dan menguburkan Jenazah. Perawatan Jenazah menurut Hindu, Penulis lebih mengedepankan eteh-eteh sawa (Perawatan jenazah menurut Hindu) yaitu : Eteh-eteh Nyiramang Sawa, Eteh-eteh Sawa di Balai, Patulangan, Tatacara, Pangeringkesan (Eteh-eteh), Tumpangsalu, Ante, Angenan, Kajang, Ukur, Ulon, Kerebsari, Kerebsinom, Sok Ceg-ceg, Damar Kurung, Wadah dan Sekah-Tunggal. Macam-macam Upacara yaitu : Upakara di Surya, Upakara di Samping Sawa, Upakara di Lebuh, Uapakaradi Harepan Sang Muput, Upakara Papegatan, Upakara Nunas Tirtha ke Pura-pura, Upakara Pangeruak Setera, Upakara Malebu (Pakutangan), Upakara Pengiriman, Upakara Panganyutan (ke Laut atau sungai), Upakara Makelemuji (di rumah), Upakara Ngarorasin, Simbol dan Makna dalam Upacara. Sarana-Upakara yaitu : Banten (Upakara) yaitu di Surya, Panebusan, Pisangjati, Paguruyagan, Pangadangadang, Papegatan, Pangiriman, Pangemijan, Pamuput Karya, Pangerorasan dan Tirtha yaitu : Toya-Panembak, Tirtha-Pangelukatan, Tirtha-Pangentas, Tirtha Kakuluh, Tirtha Pamanah. Gegitan yaitu : Ketika Sawa di Gotong keluar, Pada Waktu Mresihin (memandikan), Waktu Menyembah, Waktu Berangkat ke Setra, Ketika Niwayang Tirtha Pangenthas, Ketika Ngeseng, Rikala Anyumput Galih, Rikala Ngirim (Pawisik Sang Pitra), Rikaya Nganyut, Do‟a Bersama Menghadiri Kematian (Mantra Pitra Puja), Penulis Mengungkapkan Persamaan dan Perbedaan Perawatan Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu. Sebenarnya Islam dan Hindu didalam merawat jenazah itu sama (mengafani, memandikan, mengubur), yang membedakan adalah caranya (perbedaan faham atau di Hindu ada di bakar atau Ngaben). Islam cenderung Syari‟at Islam (Hukum Islam ) yaitu bersumber kepada Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Kata kunci : Jenazah Islam & Hindu
Fenomena Pembangunan Rumah Ibadah Agama Minoritas Di Pamekasan Mukayat Al-Amin; Khoirul Anam
Al Hikmah Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.25 KB) | DOI: 10.30651/ah.v5i1.3339

Abstract

AbstractBeing in a state of law which has been regulated in the law, it should be obeyed in every condition because the law is created based on community agreement to achieve comprehensive justice without favoritism. In Indonesia, religious diversity becomes a dynamic including Pamekasan, the city where the majority of the population is Muslim, so that a dynamic emerged where there is  a group of religious communities who are in a minority in the city that have difficulties in building their own tabernacle.In order to get a good cooperation process, a supportive situation is needed, namely a situation that allows the creation of values which all parties can accept because they feel they need it. Even so, it is very regrettable that the ideals of salvation and peace are not always a uniform reality. Otherwise, it can occur hostility and clashes between religious groups. Keywords: Phenomenon of Tabernacle Construction of Minority Religious
Radikalisme Agama Kaum Muda Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i1.13392

Abstract

Diskursus tentang radikalisme dan terorisme di Indonesia seakan tiada henti. Belum sembuh luka aksi bom Bali yang kemudian disusul dengan serentetan aksi serupa, sehingga Indonesia selalu menjadi agenda Internasional Amerika Serikat. Penelitian ini merupakan peneolitian kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan fenomena sosial yang bersifat abstrak yang dianalisa dengan beberapa teori radikalisme yang berkembang. Kesimpulan penelitian ini bertujuan mencari solusi dari radikalisme. Hasil penelitian, praktik radikalisme yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam di Indonesia tidak dapat dialamatkan kepada Islam saja sehingga propaganda media Barat yang memojokkan Islam dan umat Islam secara umum tidak dapat diterima. Islam tidak mengajarkan radikalisme, tetapi perilaku kekerasan sekelompok umat Islam atas simbol-simbol Barat memang merupakan realitas historis-sosiologis yang dimanfaatkan media pers Barat untuk memberi label dan mengampanyekan anti-radikalisme Islam. 
Konsep Pengasuhan Alternatif Perspektif UU Perlindungan Anak dan Hukum Islam M Bagus Pujianto; Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.907 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i2.1106

Abstract

Penelitian ini adalah hasil penelitian lapangan, yang berjudul “Konsep Pengasuhan Alternatif Perspektif Undang-Undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam (Studi Kasus di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Panti Asuhan sebagai lembaga alternatif guna melindungi hak anak apabila keluarga tidak mampu memberikanya. Selain itu Panti Asuhan berfungsi sebagai lembaga penanganan anak yang memerlukan perhatian dan membantu keluarga untuk tetap mampu mengasuh anaknya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalis peran Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang dalam upaya melindungi anak serta peran sebagai lembaga alternatif dalam pengasuhan anak. Data penelitian ini diperoleh dari Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian tersebut di analisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitis dengan pola pikir induktif. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi, yaitu pemeriksaan sumber, metode, dan teori Hasil penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang menunjukkan dari Perspektif Undang-undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam bahwa, pengasuhan yang terbaik anak terdapat pada orang tua. Panti asuhan adalah alternatif terakhir untuk pengasuhan anak. Kata Kunci: Pengasuhan Alternatif
Hari Kiamat Dalam Perspektif Islam Dan Budha (Studi Perbandingan) Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.034 KB) | DOI: 10.30651/ah.v5i2.4280

Abstract

Abstrak            Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu:pertama, bagaimana hari kiamat menurut Islam?  Kedua, bagaimana hari kiamatmenurut Budhisme? Ketiga, bagaimana persamaan dan perbedaan antara Islam danBudhisme tentang hari kiamat?            Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan modeldokumental-doktrinal, yaitu referensi dan kitab suci tentang kepercayan kepada harikiamat dalam pandangan Islam dan Budhisme, Di satu sisi, secara doktrinal Islamadalah termasuk agama samawi sedangkan Budhisme agama ardli. Di sisi lain, umatpenganut kedua agama tersebut telah hidup berdampingan sejak lama di Indonesia dimana secara sosialistis-relegius tidak tertutup kemungkinan adanya salingmempengaruhi antara keduanya. Kitab suci dan pikiran para ulama kedua agama diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif, yakni nilai-nilai yang ada di balik kepercayaan kepada harikiamat tersebut.              Temuan penelitian ini: pertama, bahwa Islam maupun Budhisme sama-samamempunyai kitab suci, penganut dan mengajarkan tentang hari kiamat. Kedua,kepercayaan kepada hari kiamat dalam Islam termasuk rukun Iman atau pokokkepercayaan kelima, bahwa kiamat pasti datang, hari kebangkitan dan hisabkemudian selamanya di surga atau neraka. Menurut Budhisme, setiap mahkluk hidupsenantiasa mengalami perubahan dan berakhir pada kemusnahan namun bukanmerupakan akhir dari kehidupan manusia di dunia.              Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa dakwah amar ma’ruf dan nahimunkar menjadi kewajiban di atas pundak setiap insan mukmin untuk dihiduphidupkandan jangan pernah berhenti, termasuk kajian komparatif agama yanghendaknya selalu berujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAWyang shahih. Wa Allahu A’lam.Kata Kunci : Hari Kiamat, Islam, Budha, Komparasi
Muhammadiyah dan Terorisme Mukayat Al-Amin; Abdul Mujib
Al Hikmah Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.669 KB) | DOI: 10.30651/ah.v3i2.943

Abstract

Tidak dapat kita pungkiri bahwa isu terorisme di Indonesia masih menjadi isu keagamaan yang santer di bicarakan/di diskusikan, apa lagi ada beberapa tuduhan dan persepsi yang dialamatkan kepada Muhammadiyah yang mendukung terorisme, hal ini di buktikan dengan banyak kader-kadernya yang terlibat dalam beberapa kasus terorisme. Oleh Karena itu Latar belakang dalam Penelitian ini adalah adanya keterlibatan warga Muhammadiyah dalam beberapa aksi terorisme di Indonesia, hal inilah yang menarik untuk diteliti.Penelitian ini berusaha mencari tahuBagaimana pandangan elit dan warga Muhammadiyah Jawa Timur terkait dengan aksi terorisme di Indonesia yang melibatkan kader Muhammadiyah?. Penelitian ini juga berusaha mengkolaborasikan konsep dan teori orientailsme/ other W. Said, dikursus kekuasaan/pengetahuan Foucault dan Samuel P. Huntington dan magnum opusnya “The Class Of Civilitation”. Teori-teori yang diadaptasi ini merupakan dialektika yang secara pragmatik berada pada posisi "chane and contuinity", berubah dan berkesinambungan. Diskursus kekuasaan/pengetahuan Foucault memberi skill analisis bahwa kepentingan tak lepas dari kekuasaan. Sebuah teori yang menjelaskan pola-pola persaingan gagasan, bagaimana sebuah gagasan menjadi dominan sementara yang lain tidak?. Teori Foucault dapat membedakan antara diskursus dominan dan diskursus alternatif yang subversi Ideologi dominan. Dalam rangka untuk penggalian data yang lebih komprehensif penelitian ini dilakukan lokasi yang dijadikan sebagai setting pengambilan data yang digunakan sebagai bahan di dalam Penelitian ini adalah Para Elit Muhammadiyah di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM JATIM), dan warga Muhammadiyah Jawa Timur yang dalam penelitian Prof Munir Mulkhan dikelompokkan sebagai Al-Ikhlas, Ahmad Dahlan, Munu dan Munas.