Raisyah Aulia Nabila Lubis
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Perilaku Bulliying pada Peserta Didik Sekolah Dasar Beserta Alternatif Anggun Agia Arditha; Raisyah Aulia Nabila Lubis; Hanna Putri Syahkira; Natasya Sihombing; Wildansyah Lubis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36747

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah sosial yang paling mendesak dalam pendidikan dasar di Indonesia karena berdampak negatif bagi korban, pelaku, maupun iklim sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku bullying pada peserta didik sekolah dasar serta menganalisis alternatif pencegahan yang dapat diterapkan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui jurnal-jurnal nasional terakreditasi SINTA dan buku yang relevan dengan perkembangan sosial-emosional anak dan intervensi pendidikan. Analisis dilakukan melalui proses seleksi data, kategorisasi tema, sintesis temuan, dan validasi antar-literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti rendahnya empati, regulasi emosi yang buruk, impulsivitas, harga diri rendah, serta kecenderungan agresif berpengaruh kuat terhadap munculnya bullying. Faktor eksternal seperti pola asuh keluarga, tekanan teman sebaya, lemahnya iklim sekolah, kurangnya pengawasan guru, dan komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga turut memperkuat perilaku bullying. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencegahan yang efektif harus bersifat multidimensi, meliputi pelatihan regulasi emosi, penguatan pendidikan karakter, workshop pola asuh positif, peningkatan kompetensi guru, kebijakan anti-bullying, serta program berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi komprehensif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan siswa sekolah dasar.