Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Reinforcement Positif Tema Lingkungan Bersih pada Motivasi Belajar IPA dan Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 060886 Kota Medan Raisyah Aulia Nabila Lubis; Hanna Putri Syahkira; Anggun Agia Arditha; Natasya Sihombing; Anita Yus; Yusnadi Yusnadi
Jurnal Tematik Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Tematik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v14i2.69546

Abstract

One of the relevant strategies to increase learning motivation is positive reinforcement, which is closely related to student motivation. Positive reinforcement is able to increase student involvement in group work through simple rewards, encouraging motivation, interest so that students are active in learning. The success of its implementation depends on the role of the teacher in designing contextual learning, such as the theme of a Clean Environment. The purpose of the research is to describe the implementation of positive reinforcement in the learning of IPA and Indonesian Language class IV SDN 060886 Medan, analyze the impact on learning motivation, and compare between subjects. This research uses a descriptive qualitative method, with a subject of 22 grade IV students. The results of this research have implications on several aspects, namely theoretical, practical, academic.
Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Perilaku Bulliying pada Peserta Didik Sekolah Dasar Beserta Alternatif Anggun Agia Arditha; Raisyah Aulia Nabila Lubis; Hanna Putri Syahkira; Natasya Sihombing; Wildansyah Lubis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36747

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah sosial yang paling mendesak dalam pendidikan dasar di Indonesia karena berdampak negatif bagi korban, pelaku, maupun iklim sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku bullying pada peserta didik sekolah dasar serta menganalisis alternatif pencegahan yang dapat diterapkan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui jurnal-jurnal nasional terakreditasi SINTA dan buku yang relevan dengan perkembangan sosial-emosional anak dan intervensi pendidikan. Analisis dilakukan melalui proses seleksi data, kategorisasi tema, sintesis temuan, dan validasi antar-literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti rendahnya empati, regulasi emosi yang buruk, impulsivitas, harga diri rendah, serta kecenderungan agresif berpengaruh kuat terhadap munculnya bullying. Faktor eksternal seperti pola asuh keluarga, tekanan teman sebaya, lemahnya iklim sekolah, kurangnya pengawasan guru, dan komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga turut memperkuat perilaku bullying. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencegahan yang efektif harus bersifat multidimensi, meliputi pelatihan regulasi emosi, penguatan pendidikan karakter, workshop pola asuh positif, peningkatan kompetensi guru, kebijakan anti-bullying, serta program berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi komprehensif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan siswa sekolah dasar.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI BERBASIS TEKS BACAAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 060886 KOTA MEDAN Hanna Putri Syahkira; Dian Armanto; Anita Yus
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12352

Abstract

Elementary school students often experience difficulties in solving literacy problems based on reading texts. These problems indicate that students still struggle to understand text content, answer questions, and interpret information from reading passages. This study aims to analyze the factors causing these difficulties among fourth-grade students at SD Negeri 060886 Medan. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The subjects were fourth-grade students. Data were collected through essay tests to assess students’ comprehension of reading texts. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students’ difficulties were influenced by several factors, including low reading ability, limited comprehension of text content, limited vocabulary, and low reading interest. In addition, external factors such as lack of variation in teaching methods and limited literacy practice also affected students' abilities. The most dominant factor was students’ low reading comprehension ability.
Problematika Dan Upaya Pembentukan Kepribadian Nasional Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Hanna Putri Syahkira; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif problematika pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila serta merumuskan upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku referensi, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi tahap reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai problematika yang kompleks, di antaranya dominasi pembelajaran pada aspek kognitif, keterbatasan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai, kurang optimalnya penerapan pembelajaran kontekstual, lemahnya sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta minimnya pembiasaan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pemahaman nilai Pancasila dengan implementasinya dalam perilaku nyata siswa. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan pembiasaan, penerapan model pembelajaran kontekstual seperti problem-based learning dan project-based learning, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan budaya sekolah, serta optimalisasi kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang holistik dan berkesinambungan, nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat terinternalisasi secara optimal sehingga mampu membentuk kepribadian nasional siswa secara utuh, konsisten, dan berkelanjutan.  
Tantangan dan Peluang Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Konsep dan Implementasi dalam Perspektif Filsafat Ilmu Raisyah Aulia Nabila Lubis; Hanna Putri Syahkira; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 16 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/qej66x97

Abstract

Abad ke-21 menuntut pendidikan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran bermakna dan reflektif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran mendalam (deep learning) yang berfokus pada pemahaman konseptual, kesadaran reflektif, dan pengalaman belajar menyenangkan. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang menganalisis literatur terkait filsafat ilmu, pembelajaran abad-21, dan implementasi deep learning dengan pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Hasil menunjukkan adanya tantangan dalam dominasi metode konvensional dan keterbatasan teknologi, namun peluang terbuka melalui Kurikulum Merdeka, inovasi digital, dan tuntutan kompetensi abad-21.