Btari Mariska Purwaamijaya
Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemasaran Konten Edukatif dan Kredibilitas Influencer Terhadap Kepercayaan Merek Aset Kripto pada Generasi Z Pengguna Tiktok di Indonesia M. Ferdy Irzami; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6714

Abstract

Krisis kepercayaan terhadap aset kripto yang disebabkan oleh volatilitas harga dan kompleksitas teknologi menuntut strategi pemasaran yang lebih edukatif dan kredibel di kalangan Generasi Z pengguna TikTok. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemasaran konten edukatif dan kredibilitas influencer terhadap kepercayaan merek aset kripto. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui survei daring pada pengguna TikTok Generasi Z di Indonesia, yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran konten edukatif dan kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek dengan kontribusi sebesar 25,4%. Temuan ini menegaskan bahwa konten edukatif yang informatif dan transparan, jika dikombinasikan dengan influencer yang kredibel, dapat secara efektif meningkatkan kepercayaan Generasi Z terhadap merek aset kripto. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana komunikasi strategis dan kredibilitas sumber mampu mengurangi skeptisisme konsumen dalam konteks investasi digital berisiko tinggi.
Analisis Rendahnya Penggunaan Digipay pada Satuan Kerja di KPPN Cirebon Farhan Najib; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat pemanfaatan Digipay oleh satuan kerja di wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna yang mendasari rendahnya tingkat adopsi Digipay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah vendor terdaftar, kendala teknis dalam sistem, kapasitas staf yang terbatas, kebijakan pemerintah, serta budaya kerja manual yang masih kuat menjadi faktor utama yang menghambat proses adopsi. Meskipun terdapat berbagai tantangan, Digipay terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi audit keuangan serta mengurangi biaya transaksi. Efektivitas implementasi sistem ini sangat bergantung pada kesiapan staf, tingkat literasi digital, serta dukungan kelembagaan dari instansi terkait. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi untuk meningkatkan kapasitas staf, perluasan kerja sama dengan vendor lokal, serta penguatan ekosistem digital di sektor publik. Temuan penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan negara.
Transforming Freelance Designers in the Digital Creative Economy through AI Visual Prompting Haesal Haesal; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i2.5827

Abstract

The rapid advancement of generative artificial intelligence (AI) tools such as Midjourney, DALL·E, and Stable Diffusion has fundamentally transformed the creative industry, particularly the freelance design sector. This study aims to explore how Indonesian freelance designers reinterpret their professional identity amid AI integration. Using a qualitative phenomenological design through Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) combined with Critical Discourse Analysis (CDA), the research involved six freelance designers who actively use AI visual prompt tools in their work. The findings reveal a paradoxical dynamic: AI serves as an efficiency catalyst while simultaneously generating emotional and professional tension. Designers respond to this disruption through three strategies; embracing AI as a collaborative accelerator, reaffirming the irreplaceable value of human creativity, and adopting adaptive economic strategies to maintain relevance in the gig economy. The study concludes that AI does not replace designers but repositions them as strategic mediators who combine technical literacy, critical reflection, and artistic intuition. These insights contribute to design research by illuminating how creative professionals renegotiate value and authorship in the digital creative economy.