Yuanita Mega Nauli
Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Kinerja ASN Berbasis Digitalisasi Administrasi dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif di Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Yuanita Mega Nauli; Veithzal Rivai Zainal; Azis Hakim
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6833

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi pemerintahan menjadi tuntutan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis digitalisasi administrasi di Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, serta dampaknya terhadap efektivitas tata kelola pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pejabat struktural serta staf pelaksana yang menggunakan sistem Piawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital dalam manajemen kinerja ASN melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan aplikasi Piawai telah meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas proses penilaian kinerja. Digitalisasi administrasi membantu mempercepat proses pelaporan, mempermudah pemantauan real time, dan mengurangi tumpang tindih pekerjaan administratif. Namun, efektivitas implementasi masih menghadapi kendala berupa kesenjangan literasi digital ASN, keterbatasan integrasi antar sistem informasi, dan kurangnya evaluasi berbasis hasil (outcome). Secara konseptual, digitalisasi administrasi terbukti mendukung peningkatan kinerja ASN dan memperkuat prinsip Good Governance, terutama pada aspek efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kompetensi digital ASN, integrasi sistem Piawai dengan SPBE nasional, serta kepemimpinan digital yang mampu mengoptimalkan teknologi sebagai instrumen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.