Gadis Cahayani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling Systematic Desensitization untuk Mengurangi Ketakutan Irasional Terhadap Serangga Guntur Sandi Sandi; Nurisma Elok Fadila Fadila; Maysa Nurarisanty; Dewi Puspita Sari; Gadis Cahayani; Ari Khusumadewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37553

Abstract

Fobia adalah kondisi yang dialami seseorang akibat gangguan psikologis. Oleh karena itu, ketika dihadapkan pada situasi yang ditakuti, hal tersebut dapat menimbulkan gejolak emosi yang mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memahami konsep konseling desensitisasi sistematis untuk mengurangi rasa takut irasional terhadap serangga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memanfaatkan kajian pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui penelusuran dan pembacaan sumber tertulis, seperti jurnal, artikel, atau e-book. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konseling Desensitisasi Sistematis terbukti efektif dalam mengurangi fobia spesifik, termasuk rasa takut irasional terhadap serangga. Teknik ini bekerja melalui tiga tahap utama: pelatihan relaksasi, pengembangan hierarki kecemasan, dan pemaparan bertahap yang secara sistematis membantu klien mengganti respons ketakutan dengan rasa tenang. Fobia merupakan salah satu kondisi yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh gangguan psikis. Sehingga jika terjadi situasi yang ditakutinya maka akan terjadi gejolak jiwa yang sangat mendalam. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji dan memahami konsep konseling desensitisasi sistematik untuk mengurangi ketakutan irasional terhadap serangga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memanfaatkan observasi pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui pencarian dan pembacaan dari sumber-sumber tertulis, seperti jurnal, artikel, atau buku elektronik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan Desensitisasi Sistematis terbukti efektif dalam mengurangi fobia spesifik, termasuk ketakutan irasional terhadap serangga. Teknik ini bekerja melalui tiga tahap utama pelatihan relaksasi, penyusunan stres kecemasan, dan paparan bertahap yang sistematis membantu konseli menggantikan respons rasa takut dengan rasa tenang.
Pendidikan Karakter di Lembaga Formal dan Lembaga Informal Nurisma Elok Fadila; Bakhrudin All Habsy; Annisa Putri Rahmasari; Gadis Cahayani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2577

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan (knowledge), kesadaran atau kemauan (willingness), dan tindakan (action) untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap sang Pencipta, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan tempat tinggal, maupun tanah air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami konsep pendidikan karakter dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah dengan berbagai metode dan cara dalam penerapannya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi literatur (literature review) dengan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari dan membaca sumber sumber tertulis dari jurnal, artikel atau e-book. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap individu masyarakat memiliki karakter yang beda-beda yang dibawa dan terbentuk sejak ia lahir. Karakter seseorang dapat terbentuk dari lingkungan keluarga ataupun lingkungan masyarakat dimana individu tersebut tinggal. Karakter pendidikan, itu benar-benar diperlukan tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, maupun di lingkungan sosial. Pendidikan karakter adalah usaha sadar ataupun tidak sadar dari setiap elemen pendidikan untuk menanamkan nilai nilai budi atau akhlak yang baik kepada peserta didik.