Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS ITIK BALI JANTAN Arifin M. Z.; I. N. T. Ariana; I. G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical composition of male Bali duck carcasses can be improved by administering pineapple peel extract as a feed addive to replace antibiotics (AGP). This research aims to determine the effect of giving pineapple peel extract on the physical composition of male Bali duck carcasses. This research was carried out at Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for 8 weeks starting from February 24 2024 to April 21 2024. The design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, so the total experiment was 16 units. Each experimental unit contained 3 male Balinese ducks aged 1 day, a total of 48 ducks used with an average weight of 48.25 ± 2.58 g. The treatment given to male Bali ducks was pineapple rind extract through drinking water, namely: (P0) drinking water without pineapple rind extract, (P1) drinking water with 6% pineapple rind extract, (P2) drinking water with 8% extract pineapple peel, (P3) drinking water with 10% pineapple peel extract. The variables observed were slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and physical composition of the carcass including bones, meat, and subcutaneous fat including skin. The results of this study show that the effect of giving pineapple peel extract (Ananas comosus L.) through drinking water at 6%, 8%, and 10% gives no different results on slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and subcutaneous fat percentage. It can be concluded that administering pineapple peel extract through drinking water at levels of 6%, 8%, and 10% gave no different results on the physical composition of male Bali duck chicken. ABSTRAK Komposisi fisik karkas itik bali jantan dapat diperbaiki dengan pemberian ekstrak kulit buah nanas sebagai feed addive untuk pengganti antibiotic (AGP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah nanas terhadap komposisi fisik karkas itik Bali jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana selama 8 minggu dimulai tanggal 24 Februari 2024 sampai tanggal 21 April 2024. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga total percobaan adalah 16 unit. Setiap unit percobaan berisi 3 ekor itik Bali jantan yang berumur 1 hari, total itik yang digunakan sebanyak 48 ekor dengan berat rata 48,25±2,58 g. Perlakuan yang diberikan pada itik Bali jantan berupa ekstrak kulit buah nanas melalui air minum yaitu : (P0) air minum tanpa ekstrak kulit buah nanas, (P1) air minum dengan 6% ekstrak kulit buah nanas, (P2) air minum dengan 8% ekstrak kulit buah nanas, (P3) air minum dengan 10% ekstrak kulit buah nanas. Variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas meliputir tulang, daging, dan lemak subkutan termasuk kulit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh pemberian ektrak kulit buah nanas (Ananas comosus L.) melaluir air minum sebanyak 6%, 8%, dan 10% memberikan hasil yang tidak berberda terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas meliputi persentase tulang, persentase daging, dan persentase lemak subkutan. Dapat disimpulkan bahwa permberian ekstrak kulit buah nanas melalui air minum pada level 6%, 8%, dan 10% memberikan hasil yang sama pada komposisi fisik karkas itik Bali jantan.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) MELALUI AIR MINUM Dapatoma C. N. A.; I. G. Mahardika; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the income of broiler chicken farms given fragrant pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb). This research was carried out for 35 days at the Teaching Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Jl. Passion Fruit No.6, Sesetan, Denpasar, Bali. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications, each replication consisting of 4 broiler chickens. The treatment given was drinking water without fragrant pandan leaf extract as a control (P0), then treatments P1, P2, and P3 were drinking water given 3%, 6% and 9% of fragrant pandan leaf extract, respectively. Observed variables include costs, revenues, income, R/C ratio and BEP prices. The results of this research show that giving fragrant pandan leaf extract to broiler chickens can increase breeder income. Treatment P2 gave the best results with an income of Rp. 162,214 (64% higher than P0) with an R/C ratio of 1.204 and a break-even price of Rp. 17.313/kg live weight. Based on the research results, it can be concluded that broiler chicken farming by administering fragrant pandan leaf extract at a level of 6% can increase the farmer's income. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan peternakan ayam broiler yang diberi ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jl. Markisa No.6, Sesetan, Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan yaitu air minum tanpa ekstrak daun pandan wangi sebagai kontrol (P0), selanjutnya perlakuan P1, P2, dan P3 air minum yang diberikan ekstrak daun pandan wangi masing-masing sebanyak 3%, 6% dan 9%. Variabel yang diamati meliputi biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio dan BEP harga. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun pandan wangi pada ayam broiler dapat meningkatkan pendapatan peternak. Perlakuan P2 memberikan hasil yang paling baik dengan pendapatan sebesar Rp. 162.214 (64% lebih tinggi dari P0) dengan nilai R/C ratio sebesar 1,204 dan titik impas harga sebesar Rp. 17.313/kg bobot hidup. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peternakan ayam broiler dengan pemberian ekstrak daun pandan wangi pada level 6% dapat meningkatkan pendapatan peternak.