A. A. P. P. Wibawa
PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HASIL ASOSIASI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv. Trichoglume) DAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) PADA TINGKAT NAUNGAN BERBEDA Almakki S.; N. N. C. Kusumawati; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of forage has constraints on limited land. One way to provide forage throughout the year is by utilizing land under shade such as plantation or forestry areas. This research aims to determine the effect of different levels of shade on the results of grass association Panicum maximum cv. Trichoglume and Clitoria ternatea and determine the best results of Panicum maximum cv. Trichoglume and Clitoria ternatea against different shade levels. The research was conducted in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, from May to July 2024. The design used was a complete randomized design (CRD) with one factor. The treatment used was the level of shade with N0 = 0% shade; N1 = 20% shade; N2 = 40% shade; N3 = 60% shade, each treatment was repeated 7 times. The variables observed were the results of the association, namely leaf dry weight, stem dry weight, total forage dry weight, root dry weight, ratio of leaf dry weight to stem and ratio of total forage dry weight to root dry weight. The results showed the effect of shading level on the results of the association Panicum maximum cv. Trichoglume and Clitoria ternatea. The 20% shade treatment gave the best results in the variables of leaf dry weight, stem dry weight, total forage dry weight, and root dry weight. It can be concluded that the treatment of different levels of shade can affect the results of the association of Panicum maximum cv. Trichoglume and Clitoria ternatea, and the best results were obtained at 20% shade level. ABSTRAK Pengembangan hijauan pakan memiliki kendala pada keterbatasan lahan. Salah satu cara menyediakan hijauan pakan sepanjang tahun adalah dengan cara memanfaatkan tanah di bawah naungan seperti daerah perkebunan atau kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan berbeda terhadap hasil asosiasi rumput Panicum maximum cv. Trichoglume dan Clitoria ternatea dan mengetahui hasil terbaik asosiasi rumput Panicum maximum cv. Trichoglume dan Clitoria ternatea terhadap tingkat naungan berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, berlangsung dari bulan Mei-Juli 2024. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor. Perlakuan yang digunakan yaitu pada tingkat naungan dengan N0 = Naungan 0%; N1 = Naungan 20%; N2 = Naungan 40%; N3 = Naungan 60%, setiap perlakuan diulang 7 kali. Variabel yang diamati adalah variabel hasil dari asosiasi yaitu berat kering daun, berat kering batang, berat kering total hijauan, berat kering akar, nisbah berat kering daun dengan batang dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh tingkat naungan terhadap hasil asosiasi Panicum maximum cv. Trichoglume dan Clitoria ternatea. Perlakuan naungan 20% memberikan hasil terbaik pada variabel berat kering daun, berat kering batang, berat kering total hijauan, dan berat kering akar. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan tingkat naungan berbeda dapat mempengaruhi hasil asosiasi Panicum maximum cv. Trichoglume dan Clitoria ternatea, serta hasil terbaik diperoleh pada tingkat naungan 20%.
DISTRIBUSI LEMAK ITIK BALI YANG DIBERI JUS DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) BERPROBIOTIK BAKTERI SELULOLITIK DENGAN LEVEL BERBEDA MELALUI AIR MINUM Putra A. H.; I. M. Mudita; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 13 No.1(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balinese ducks also have a fairly high calorie content, so it can be said to contain high energy. ducks have a high cholesterol content due to the high special fat contained in duck meat. High and excessive levels of fat and cholesterol can interfere with heart performance and narrowing of blood vessels for people who consume it. Giving feed supplements with probiotics can improve the fat profile and cholesterol levels of duck meat. Providing probiotic feed supplements can improve the quality of nutrient content in the livestock body. For example, Moringa leaves (Moringa oleifera). This study was conducted to determine the effect of the utilization of Moringa leaf juice on the distribution of Balinese duck fat. The design used was a complete randomized design (CRD) consisting of four treatments and four replicates, each replicate consisting of three male Balinese ducks. Treatments consisted of P0 (without provision of probiotic moringa juice), P1 (added 2.5% probiotic moringa juice), P2 (added 5% probiotic moringa juice), P3 (added 7.5% probiotic moringa juice). The observed variables were slaughter weight, bearing fat, mesentery fat, ventriculus fat, and abdominal fat. The results showed that the cutting weight of Balinese ducks in the treatment of 2.5%, 5%, 7.5% had no significant effect compared to P0. The percentage of fat pads, percentage of mesentery fat, percentage of ventricular fat, and percentage of abdominal fat in the P1, P2, and P3 treatments decreased but had no significant effect compared to P0. The results of this study can be concluded that the utilization of 2.5%, 5%, and 7.5% probiotic Moringa leaf juice proved to have no negative effect and did not affect the fat content of the body of Balinese ducks. ABSTRAK Itik bali juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi,sehingga dapat dikatakan mengandung energi yang tinggi. itik mempunyai kandungan kolestrol tinggi yang disebabkan tingginya lemak khusus yang terkandung pada daging itik. Kadar lemak dan kolestrol yang tinggi dan berlebihan dapat mengganggu kinerja jantung dan penyempitan pembuluh darah bagi orang yang mengkonsumsinya. Pemberian feed suplemen berprobiotik mampu memperbaiki profile lemak dan kadar kolesterol daging itik. Pemberian feed suplement berprobiotik dapat meningkatkan kualitas kandungan nutrien pada tubuh ternak. Contohnya seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan jus daun kelor berprobiotik terhadap distribusi lemak itik bali. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan, setiap ulangan terdiri atas tiga ekor itik bali jantan. Perlakuan terdiri atas P0 (tanpa pemberian jus daun kelor berprobiotik), P1 (ditambahkan 2,5% jus daun kelor berprobiotik), P2 (ditambahkan 5% jus daun kelor berprobiotik), P3 (ditambahkan 7,5% jus daun kelor berprobiotik). Variabel yang diamati adalah berat potong, lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak ventrikulus, dan lemak abdomen. Hasil penelitian menunjukan berat potong itik bali pada perlakuan 2,5%, 5%, 7,5% tidak berpengaruh nyata dibanding P0. Persentase lemak bantalan, persentase lemak mesentrium, persentase lemak ventrikulus, dan persentase lemak abdomen pada perlakuan P1, P2, dan P3 terjadi penurunan tetapi tidak berpengaruh nyata dibanding P0. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan 2,5%, 5%, dan 7,5% jus daun kelor berprobiotik terbukti tidak berefek negatif dan tidak mempengaruhi kandungan lemak pada tubuh itik bali.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG JOPER Natha D. A. A. N.; I. M. Nuriyasa; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No.3(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to accelerate the growth of native chickens aim to shorten the rearing period. Livestock practitioners in the country have innovated by crossbreeding native chickens or other superior local breeds with commercial laying hens (layers), resulting in “ayam kampung super” (in Javanese: ayam kampung jowo super/joper) whose growth rate is faster than that of ordinary native chickens. One of the poultry feed ingredients with usable energy content is fish oil. This study aimed to determine the effect of using lemuru fish oil in feed on the performance of joper chickens. The research was conducted at the Sesetan Farm, Faculty of Animal Science, Denpasar, Bali, for a period of two months. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, five replications, and each replication consisted of four chickens. The treatments given were: joper chickens fed a diet without fish oil (P0), joper chickens fed a diet containing 2% fish oil (P1), joper chickens fed a diet containing 4% fish oil (P2), and joper chickens fed a diet containing 6% fish oil (P3). The observed variables included initial body weight, final body weight, total feed intake, body weight gain, and Feed Conversion Ratio (FCR). The results showed that the variables of final body weight and body weight gain were significantly affected; chickens fed diets containing fish oil had higher final weights and weight gains compared to those without fish oil. Meanwhile, the use of fish oil had no significant effect (P>0.05) on initial body weight, feed intake, and Feed Conversion Ratio (FCR). Based on the results of this study, it can be concluded that adding 2% - 4% lemuru fish oil to the diet can improve the performance of joper chickens, particularly in terms of final body weight and weight gain. ABSTRAK Usaha mempercepat pertumbuhan ayam kampung, sehingga waktu pemeliharaan menjadi lebih cepat, praktisi peternakan di dalam negeri berinovasi kawin silang antara ayam kampung atau ayam lokal unggulan lainnya dengan ayam ras petelur (layer) sehingga dihasilkan ayam kampung super (Jawa : ayam kampung jowo super/joper) yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa. Salah satu pakan unggas yang memiliki kandungan energi yang dapat digunakan adalah minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dalam pakan terhadap performa ayam kampung joper yang dilaksanakan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Denpasar, Bali selama 2 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 5 ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan adalah ayam joper yang diberi ransum tanpa menggunakan minyak ikan (P0), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 2% minyak ikan (P1), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 4% minyak ikan (P2), ayam joper yang diberi pakan menggunakan 6% minyak ikan (P3). Variabel yang diamati meliputi berat badan awal, berat badan akhir, jumlah konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil penelitian pada variabel bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan menunjukan hasil yang signifikan, ayam yang diberikan pakan yang menggunakan minyak ikan lebih tinggi daripada tanpa menggunakan minyak ikan. Sedangkan pada variabel bobot badan awal, konsumsi ransum dan Feed Convension Ratio (FCR) penggunaan minyak ikan pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ayam joper yang diberi minyak ikan lemuru 2% - 4% pada ransum mampu meningkatkan performa (bobot akhir dan pertambahan bobot badan).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT TERFERMENTASI PADA AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH UMUR 2 - 8 MINGGU P. Kardiyani; G. A. M. K. Dewi; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): Vol 13 No 4 (2025): Vol. 13 No.4(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of fermented turmeric extract administered through drinking water on the performance of quails aged 2–8 weeks. The study was conducted at the Sesetan Research Station, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, located at Jalan Raya, Gg Markisa No. 6, Denpasar, from September 4 to October 15, 2024. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates. Each replicate contained 2 quails with a homogeneous body weight of 55.08 ± 2.75 g, resulting in a total of 40 quails used in the study. The treatments used were drinking water without fermented turmeric extract as the control (P0), drinking water supplemented with 1% fermented turmeric extract (P1), drinking water supplemented with 2% fermented turmeric extract (P2), and drinking water supplemented with 3% fermented turmeric extract (P3). The variables observed were initial body weight, final body weight, weight gain, feed intake, water intake, and feed conversion ratio (FCR). The results showed that the administration of fermented turmeric extract at levels of 1%, 2%, and 3% via drinking water had a significant effect (P<0.05) on feed intake, weight gain, and FCR compared to P0. From the study results, it can be concluded that the administration of fermented turmeric extract through drinking water at levels of 1%, 2%, and 3% affects feed intake, weight gain, and FCR values. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terfermentasi melalui air minum terhadap performa burung puyuh umur 2-8 minggu. Penelitian ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana yang bertempat di Jalan Raya, Gg Markisa No.6, Denpasar, yang dimulai dari tanggal 4 September – 15 Oktober 2024. Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan berisi 2 ekor burung puyuh dengan berat badan yang homogen 55,08 ± 2,75 g, sehingga total burung puyuh yang digunakan sebanyak 40 ekor. Perlakuan yang digunakan adalah air minum tanpa ekstrak kunyit terfermentasi sebagai kontrol (P0), air minum yang diberi 1% ekstrak kunyit terfermentasi (P1), air minum yang diberi 2% ekstrak kunyit terfermentasi (P2), dan air minum yang diberi 3% ekstrak kunyit terfermentasi (P3). Variabel yang diamati adalah bobot badan awal, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konsumsi air minum, dan feed convertion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kunyit terfermentasi pada level 1%, 2%, dan 3% melalui air minum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan nilai FCR di banding P0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kunyit terfermentasi melalui air minum pada level 1%, 2%, dan 3% berpengaruh terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan FCR, namun tidak berpengaruh terhadap konsumsi air minum dan berat badan akhir burung puyuh umur 2-8 minggu.