Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENAMPILAN ITIK BALI JANTAN YANG DIBERI CAMPURAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA DAN CIPLUKAN MELALUI AIR MINUM Silalahi, H. C.,; I N. T. Ariana,; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No.2(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

alinese ducks (Anas sp.) are native Indonesian germplasm that must be preserved andhave a high survival rate so that they can provide quality protein. This study aims to determinethe appearance of male Balinese ducks given a mixture of dragon fruit peel extract and groundcherry through drinking water. This research was conducted at the Faculty of AnimalHusbandry Farm, Udayana University, Jalan Raya Sesetan Denpasar, Bali. With five treatmentsand four replications. (P1) without a mixture of dragon fruit peel extract and ground cherry ascontrol. (P2) with 5% dragon fruit peel extract. (P3) with 5% ground cherry extract. (P4) with amixture of 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ground cherry extract. (P5) with a mixtureof 5% dragon fruit peel extract and 5% ground cherry. The observed variables were initial bodyweight, ration consumption, drinking water consumption, final body weight, weight gain, andFCR. The results obtained in the study that the treatment of P2, P3, P4, and P5 throughdrinking water had no significant effect (P>0.05) on final body weight, and weight gain. But amixture of 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ground cherry extract through drinkingwater (P4) can streamline ration consumption, increase drinking water consumption and reduceFCR of male Balinese ducks. Based on the research it can be concluded that giving a mixture ofdragon fruit peel extract as much as 2.5% and ground cherry extract as much as 2.5% is the besttreatment because it can streamline ration consumption, increase drinking water consumption,and reduce FCR values in male Balinese ducks. ABSTRAK Itik bali (Anas sp.) merupakan plasma nutfah asli Indonesia harus dijaga kelestariannyadan mempunyai daya tahan hidup yang tinggi sehingga dapat menyediakan protein yangberkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan itik bali jantan yang dibericampuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukan melalui air minum. Penelitian ini dilakukan diFarm Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jalan Raya Sesetan Denpasar, Bali. Denganlima perlakuan dan empat ulangan. (P1), tanpa campuran ekstrak kulit buah naga dan ciplukansebagai kontrol. (P2) dengan ekstrak kulit buah naga 5%. (P3) dengan ekstrak ciplukan 5%.(P4) dengan campuran ekstrak kulit buah naga 2,5% dan ekstrak ciplukan 2,5%. (P5) dengancampuran ekstrak kulit buah naga 5% dan ciplukan 5%. Variabel yang diamati yaitu beratbadan awal, konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan beratbadan, dan FCR. Hasil yang didapatkan dalam penelitian bahwa perlakuan P2, P3, P4, dan P5melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat badan akhir, danpertambahan berat badan. Tetapi campuran ekstrak kulit buah naga 2,5% dan ekstrak ciplukan2,5% melalui air minum (P4) dapat mengefisienkan konsumsi ransum, meningkatkan konsumsiair minum serta menurunkan FCR itik bali jantan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkanbahwa pemberian campuran ekstrak kulit buah naga sebanyak 2,5% dan esktrak ciplukansebanyak 2,5% merupakan perlakuan yang paling baik karena dapat mengefisienkan konsumsiransum, meningkatkan konsumsi air minum, serta menurunkan nilai FCR pada itik bali jantan.
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM (KPLA) TERHADAP RECAHAN KARKAS KOMERSIAL ITIK BALI JANTAN (Anas sp.) Wau, D.,; I N. T. Ariana,; I N. S. Sutama
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No.2(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to review the effect of KPLA on the carcass cuts of male Bali ducksthat have been carried out for 8 weeks. The research design used was RAL which included 3treatments and 6 replications, each replication containing 5 ducks, until the number of maleBali ducks used was 90. The treatments used were, P0: ration added with 25% commercial concentrate plus 0% KPLA (control), P1: ration added with 12.5% commercial concentrate plus12.5 KPLA, P2: ration added with commercial concentrate plus 25% KPLA. The variablesobserved were Carcass weight, chest weight, back weight, upper and lower thigh weight, andwing weight. The results showed that the use of KPLA in the ration in the P2 treatment showedhigher results than P0 (P<0.05) in carcass fraction and chest weight. Meanwhile, the use ofKPLA in rations in treatments P1 and P2 did not show significant results (P> 0.05) whendistinguished by P0 on the weight of the back, upper thigh, lower thigh, and wings. Inconclusion, the use of 25% KPLA in rations can produce the best carcass weight and breastfracture weight. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan dalam meninjau pengaruh pemberian KPLA pada recahankarkas itik Bali Jantan yang telah dilaksanakan selama 8 minggu. Rancangan penelitian yangdimanfaatkan ialah RAL yang meliputi atas 3 perlakuan serta 6 ulangan, setiap ulangan berisi 5ekor itik, hingga itik bali jantan yang dimanfaatkan sejumlah 90 ekor. Perlakuan yangdigunakan yaitu, P0: ransum yang ditambah 25% konsentrat komersial ditambah 0 % KPLA(kontrol), P1: ransum ditambah 12,5 % konsentrat komersial ditambah 12,5 KPLA, P2: ransumditambah konsentrat komersial ditambah 25% KPLA. Variabel yang diamati ialah bobotkarkas, bobot dada, bobot punggung, bobot paha atas serta paha bawah, dan bobot sayap. Hasilpenelitian menunjukan kalau penggunaan KPLA dalam ransum pada perlakuan P2 menunjukanhasil yang lebih tinggi dari P0 (P< 0,05) pada recahan karkas serta bobot dada. Sementara itu,penggunaan KPLA pada ransum dalam perlakuan P1 serta P2 tidak menunjukkan hasil yangtidak signifikan > 0,05 jika dibedakan sama P0 pada bobot punggung, paha atas, paha bawah,dan sayap. Kesimpulan, penggunaan 25% KPLA pada ransum dapat menghasilkan berat karkasdan berat recahan dada yang terbaik.
KUALITAS FISIK DAGING ITIK BALI (Anas sp.)YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM (KPLA) Utari, G.A.D.D.,; I N. T. Ariana,; I G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No.2(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Bali, duck meat is highly needed for religious and customary ceremonies. Duck meathas a drawback due to the lack of demand because most consumers are not yet accustomed to itsdistinctive aroma, especially regarding its unique taste and smell (off-flavor/odor), as well as the tough texture of the meat. This study uses Chicken Farming Waste (KPLA) to support the growthof ducks. KPLA has several benefits, including improving animal growth, feed efficiency,carcass quality, and providing positive impacts on the environment and sustainability. The aimof this research is to determine the effect of feeding Protein Concentrate from Chicken FarmingWaste (KPLA) on the physical quality of male Bali duck meat. The research samples are dividedinto 3 groups, namely P0, P1, and P2, with a total of 90 ducks, applying 3 treatments and 6repetitions. The results of the analysis showed that the values of pH, DIA, and SM of maleBalinese duck meat given chicken farm waste protein concentrate (KPLA) experiencedsignificant differences (P<0.05). The insignificance of this difference indicates that KPLA is ableto optimally meet the protein needs of livestock, thereby producing quality meat with anappropriate ultimate pH. ABSTRAK Di Bali, daging itik sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan upacara agama dan adatistiadat. Daging itik memiliki kelemahan pada kurangnya permintaan karena sebagian besarkonsumen belum terbiasa dengan aroma khasnya, terutama pada sensasi rasa dan bau yang khas(off-flavor/odor), serta tekstur daging yang keras. Dalam penelitian ini menggunakan LimbahPeternakan Ayam (KPLA) untuk mendukung pertumbuhan itik. KPLA memiliki sejumlahmanfaat, antara lain meningkatkan pertumbuhan hewan, efisiensi pakan, kualitas karkas, sertamemberikan dampak positif terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Konsentrat Protein Limbah PeternakanAyam (KPLA) terhadap kualitas fisik daging itik bali jantan. Sampel penelitian dibedakanmenjadi 3, yakni P0, P1, dan P2, dengan jumlah sebanyak 90 ekor dengan penerapan 3 perlakuandan 6 kali pengulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pada pH, DIA, dan SM dagingitik Bali jantan yang diberikan konsentrat protein limbah peternakan ayam (KPLA) mengalamiperbedaan signifikan (P<0,05). Ketidaksignifikanan perbedaan ini mengindikasikan bahwaKPLA mampu memenuhi kebutuhan protein ternak secara optimal, sehingga menghasilkandaging berkualitas dengan pH ultimat yang sesuai.
PENGARUH PENGGANTIAN KONSENTRAT KOMERSIAL DENGAN KONSENTRAT PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM (KPLA) TERHADAP KOMPOSISI LEMAK TUBUH ITIK BALI JANTAN Siariadi, A. D. A.,; I N. T. Ariana,; I N. S. Sutama
Jurnal Peternakan Tropika Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No.2(2025)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali ducks are known for their rapid and efficient growth in converting feed into high-quality meat. However, their rapid growth is often accompanied by an increase in fat content,which can lead to a fishy flavor in the meat. Therefore, this study was conducted to investigatethe effect of replacing commercial concentrate with chicken by-product protein concentrate(KPLA) on the body fat composition of male Bali ducks over an 8-week period. A completelyrandomized design (CRD) was used, consisting of three treatments and six replicates, with eachreplicate comprising five male Bali ducks, totaling 90 ducks. The treatments included male Baliducks fed a ration and concentrate without KPLA replacement as the control (P0), those fed aration and a mixture of 12.5% concentrate and 12.5% KPLA (P1), and those fed 25% KPLA(P2). The results showed that replacing commercial concentrate with KPLA in the P1 and P2treatments significantly increased (P<0.05) the carcass weight and maintained the body fatcomposition of the male Bali ducks. In conclusion, replacing commercial concentrate with KPLAcan increase the carcass weight of ducks, and 25% KPLA is good to use as a substitute forcommercial concentrate feed for ducks. ABSTRAK Itik bali dikenal mampu tumbuh dengan cepat dan efisien dalam mengkonversi pakanmenjadi daging berkualitas tinggi. Pertumbuhan cepat pada itik sering kali diikuti denganpeningkatan kadar lemak, yang dapat menyebabkan bau amis pada daging itik. Oleh karena itu,studi ini dilakukan demi mencari tahu pengaruh penggantian konsentrat komersial dengankonsentrat protein limbah peternakan ayam (KPLA) terhadap komposisi lemak tubuh itik balijantan yang telah dilaksanakan selama 2 bulan. Rancangan penelitian yang diterapkan ialahRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, enam percobaan dengan setiap ulanganmenggunakan lima ekor itik. Perlakuan yang diberikan, yaitu itik bali jantan yang diberikanransum dan 25% konsentrat komersial tanpa KPLA sebagai kontrol (P0), itik bali jantan yangdiberikan campuran ransum dan 12,5% konsentrat dan 12,5% KPLA (P1), dan itik bali jantanyang diberikan ransum dan 25% KPLA (P2). Hasil studi ini memperlihatkan bahwa penggantiankonsentrat komersial dengan KPLA pada perlakuan P1 dan P2 menunjukkan peningkatan yangsignifikan (P<0,05) terhadap bobot potong dan mampu mempertahankan komposisi lemak tubuhitik bali jantan. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggantian konsentrat komersial dengan KPLAmampu meningkatkan bobot potong itik, dan 25% KPLA baik digunakan sebagai penggantipakan konsentrat komersial itik.