Nasution, Cintya Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan Pembiayaan Publik: Makna Strategis APBN dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara Aulya, Tiara Marsya; Dalimunthe, Nayla Ahlami; Nasution, Cintya Putri; Harahap, Dia Aulia; Putri, Suaini Mebia
EKALAYA : Jurnal Ekonomi Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2025): Ekalaya : Jurnal Ekonomi Akuntansi
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/ekalaya.v3i4.2265

Abstract

This article examines the strategic role of Indonesia’s State Budget (APBN) in financing the development of the new capital city, Ibu Kota Nusantara (IKN). The scope of the discussion focuses on public financing policy, the fiscal rationale behind state-led investment, and the position of APBN in securing the early stages of national strategic projects. The study employs a qualitative research design using a document analysis approach to review official government sources, including the APBN, fiscal policy statements, planning documents for IKN, and publications issued by the Ministry of Finance, Bappenas, and the IKN Authority. The analysis reveals that APBN serves as the dominant and foundational instrument in the initial development phase, functioning not only as a direct funding source but also as a stabilizing mechanism that signals long-term governmental commitment. The findings further show that APBN operates as a trigger to attract non-budget financing by preparing essential infrastructure and reducing early-stage investment risks. However, the study also identifies potential fiscal pressures and governance challenges if diversification of financing does not progress as planned. Overall, the research highlights that APBN plays a strategic and multidimensional role in shaping the direction, credibility, and sustainability of IKN development.
Prinsip Keadilan Ekonomi Syari’ah sebagai Sarana Memperkuat Harmoni Sosial Antar Umat Beragama Dalimunthe, Nayla Ahlami; Nasution, Cintya Putri; Harahap, Dia Aulia; Putri, Suaini Mebia; Aulya, Tiara Marsya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37585

Abstract

Masyarakat Indonesia yang bersifat plural sering menghadapi tantangan dalam menjaga harmoni sosial, terutama ketika terjadi ketimpangan ekonomi yang dapat memicu kecemburuan sosial, konflik, dan melemahnya solidaritas antar kelompok. Ketidaksetaraan distribusi sumber daya dan akses ekonomi berpotensi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat yang beragam secara agama dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menciptakan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip keadilan dalam ekonomi syari’ah dapat berperan sebagai sarana memperkuat harmoni sosial antar umat beragama dalam masyarakat pluralistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur utama ekonomi syari’ah, teori keadilan sosial, ayat Al-Qur’an, hadis, serta berbagai jurnal dan penelitian ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif-konseptual dan analisis isi untuk mengkaji hubungan antara konsep keadilan ekonomi syari’ah dan harmoni sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi syari’ah seperti larangan riba, mekanisme bagi hasil, serta instrumen distribusi sosial seperti zakat dan wakaf memiliki potensi besar dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain itu, nilai-nilai keadilan, tanggung jawab sosial, dan kesejahteraan kolektif dalam ekonomi syari’ah bersifat universal dan inklusif sehingga dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang perbedaan agama. Dengan demikian, penerapan prinsip keadilan ekonomi syari’ah tidak hanya berfungsi sebagai sistem ekonomi alternatif, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang dapat memperkuat solidaritas, toleransi, dan harmoni sosial dalam masyarakat plural.