Hasibuan, Alpin Akbar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adab Peserta Didik Perspektif Imam Al Mawardi dalam Kitab Adabud Dunya Wad Din Lubis, Khairuddin; Suaidi, Pan; Hasibuan, Alpin Akbar
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep adab peserta didik menurut Imam al-Mawardi sebagaimana dijelaskan dalam kitab Adabud Dunya Wad Din. Fokus utama penelitian ini adalah menggali nilai-nilai pendidikan karakter dan etika yang ditanamkan kepada peserta didik sebagai upaya pembentukan insan yang berilmu dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana kitab Adabud Dunya Wad Din dijadikan sebagai sumber data primer yang dianalisis secara mendalam dengan pendekatan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Mawardi memberikan perhatian besar terhadap pembinaan adab peserta didik sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Beberapa prinsip penting yang diangkat antara lain: (1) niat ikhlas, seorang penuntut ilmu yang tidak dilandasi dengan niat yang Ikhlas maka ilmunya akan membahayakan dirinya, sebab banyak yang menuntut ilmu hanya untuk mendapat gelar dan ijazah, sehingga menghilangkan orientasi utama ilmu, (2) menghormati guru, guru adalah pewaris para nabi yang menjembatani antara ilmu dan amal serta adab terhadap guru mencerminkan akan tulusnya niat, (3) kesadaran akan kebutuhan terhadap ilmu dan pentingnya bimbingan dari guru, (4) pemilihan guru yang alim dan berintegritas, memilih guru yang tepat merupakan salah satu keberhasilan dalam menuntut ilmu, guru yang kompeten bukan yang hanya menguasai ilmu saja tetapi berakhlak mulia dan bisa menjadi teladan, (5) keharusan bagi peserta didik untuk memiliki akhlak yang mulia. Kelima prinsip ini dianggap relevan dengan tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh krisis moral dan merosotnya nilai-nilai etika di kalangan pelajar.