Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS I SD Sanni Kezia Febriani Hutagaol; Oktri Harlany Situmorang; Paska Inieta Purba; Gohan Ferdinan Sitinjak; Radode Kristianto Simarmata
Pande Nami Jurnal (PNJ) Vol. 3 No. 3 (2025): PNJ: Vol. 3 - No. 3 - JULI 2025
Publisher : FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh model pembelajaran inside ourside circle untuk meningkatkan interaksi sosia pada siswa kelas I SD Swasta HKBP Tomuan. Dibutuhkan model pembelajaran interaktif yang dapat mendorong partisipasi aktif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Pre-Experimental Design) dengan design penelitian one group pretest-posttest contol design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelas I SD SD Swasta HKBP Tomuan dengan jumlah peserta didik 15 peserta didik. komunikasi diukur dengan tiga indikator yaitu Menyampaikan Pendapat, Berargumen, dan Mendengarkan. Secara keseluruhan, metode IOC dinilai berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik dalam menyampaikan pendapat, mendengarkan, maupun berargumen, dan dapat direkomendasikan sebagai metode yang efektif dalam mata pelajaran IPAS dengan materi mengenal bagian-bagian tubuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah test dan dokumentasi. Instrumen penelitian sudah melalui uji validitas, uji reliabilitas serta dinyatakan layak untuk penelitian. Teknik analisisdata yang digunakan adalah uji Paired sample t-test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran inside outside circleterhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas kelas I SD SD Swasta HKBP Tomuan Tahun Ajaran 2024/2025. Model pembelajaran inside outside circle dapat dijadikan strategi efektif dalam pembelajaran IPAS yang lebih interaktif dan bermakna, karena terbukti meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dikelas.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Ice Breaking Edukatif pada Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 122358 Sumber Jaya II Pematangsiantar: Penelitian Sanni Kezia Febriani Hutagaol; Oktri Harlany Situmorang; Lusi Ardina Purba; Gohan Ferdinand Sitinjak; Candi Feronika Situmorang; Helbetty Saragih; Rosmery Finondang; Prini D.E Ambarita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5235

Abstract

This study aims to describe the implementation of ice-breaking in the learning process to increase the learning motivation of fourth-grade students at UPTD SD NEGERI 122358 Sumber Jaya II. This research uses a descriptive-qualitative approach. The sources of this study are teachers and fourth-grade students. The study is motivated by the low learning motivation of fourth-grade students at SD Negeri 122358 Sumber Jaya II in Mathematics subjects. Based on initial observations, the learning process is still dominated by monotonous lecture methods, causing students to feel bored, less focused, and tend to chat during lessons. This study aims to describe the implementation of ice-breaking strategies in increasing students' learning motivation. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that before the implementation of ice-breaking activities, the classroom atmosphere tended to be stiff and unconducive. However, after integrating ice-breaking activities in between lessons, there was a significant change in student behavior. Students became more enthusiastic, cheerful, and refocused on absorbing the lesson material. Ice-breaking was proven to be able to thaw the frozen atmosphere (boredom) and build a more dynamic relationship between teachers and students. The conclusion of this study is that the application of appropriate and varied ice-breaking strategies is effective in increasing students' extrinsic motivation and creating a joyful learning environment in elementary schools.