Kabupaten Bogor terletak di provinsi Jawa Barat. Letak yang sangat dekat dengan ibukota Jakarta menjadikan kabupaten Bogor menjadi daerah penyangga ibukota dan menjadi pusat kegiatan di Provinsi Jawa Barat. Terdapat perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Bogor bagian selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan lahan pada tahun 2013 hingga 2023 dan memprediksi perubahan tutupan lahan di wilayah SWP Cigombong dengan bantuan faktor pendorong ketinggian lahan, lereng, jarak dari jalan, dan sungai pada tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor tepatnya di SWP Cigombong, menggunakan metode cellular automata dan data utama adalah citra Landsat 8 OLI sebagai input awal peta tutupan lahan tahun 2013, 2017 dan 2021 untuk membuat model tutupan lahan tahun 2023 dan melakukan prediksi tutupan lahan pada tahun 2025. Terdapat tujuh kelas tutupan lahan yang akan diidentifikasi perubahan dan prediksinya di masa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan tutupan lahan di SWP Cigombong awalnya didominasi hutan dan lahan pertanian. Nilai uji akurasi model tahun 2023 sebesar 0,861161 atau 86,1% pada pengujian pertama dan 0,90 atau 90% pada pengujian kedua dengan survey lapangan dan menunjukkan bahwa setiap faktor pendorong memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap kelas tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan diprediksi akan terus terjadi hingga tahun 2025 dan tutupan lahan yang diperkirakan paling signifikan perubahannya adalah lahan terbangun. Kata kunci: Cellular automata, markov chain, penginderaan jauh, prediksi, tutupan lahan,