Kecemasan matematika (mathematics anxiety) merupakan hambatan psikologis fundamental yang mengganggu fungsi memori kerja (working memory) dan menurunkan kinerja akademik siswa sekolah dasar. Fenomena ini sering kali diperburuk oleh iklim pembelajaran konvensional yang kompetitif dan kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif peran model pembelajaran kooperatif sebagai strategi intervensi dalam memitigasi kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan analisis isi, komparatif, dan tematik terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian model kooperatif—seperti Think Pair Share, TGT, STAD, dan Jigsaw—efektif mendekonstruksi atmosfer kelas yang intimidatif menjadi lingkungan belajar yang aman (low-threat environment). Mekanisme interaksi teman sebaya dalam model ini terbukti mengubah tekanan sosial menjadi dukungan sosial (social support) dan bantuan kognitif (scaffolding), yang secara signifikan mereduksi beban psikologis siswa. Penurunan tingkat kecemasan ditemukan berkorelasi positif dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif bukan sekadar metode instruksional, melainkan intervensi psikopedagogis yang krusial untuk memulihkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan potensi kognitif siswa.