Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren
An Error Analysis on The Use of Simple Past Tense in Narrative Text in Mts Jawharot Al Muzakky kusworo, budik; Hamdan Zulva
English Language Teaching Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/eltj.v6i1.2240

Abstract

English is crucial in Indonesia's educational curriculum, taught early to ensure proficiency by graduation. Its global importance is seen in business, technology, science, and tourism. Mastering English, especially tenses like the Simple Past Tense, is key for effective communication. However, many students struggle with its rules and structure. This study aims to analyze these errors in narrative texts, providing insights and recommendations to improve English education at Jawharot Al Muzakky Islamic Junior High School in Malang. Using descriptive qualitative methods, the authors explored error patterns in the simple past tense among Class 9C students at MTS Jawharot Al Muzakky. Observations, interviews, and analysis of students' written work revealed common mistakes such as omitting the -ed ending on regular verbs and incorrect forms of irregular verbs. These insights can help teachers develop effective strategies to improve student learning and understanding of grammar. The assessment instrument evaluates students' narrative writing using the simple past tense, focusing on grammar, discourse management, punctuation, and neatness, rated on a scale of 1 to 4. Grammar and vocabulary scored 68.75%, indicating moderate difficulty. Discourse management scored 65.63%, showing partial relevance in idea processing. Punctuation use scored 56.25%, with 50% errors. Neatness scored 69.75%, indicating legible but untidy writing. The results suggest students have basic proficiency but need improvement in these areas.