Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Pendidik Menurut Al Quran dan Hadist: Penelitian Juwairiyah; Miftahul Hamida; Faridatul Hasanah; Asmaul Khusnah; Abdurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3490

Abstract

This study aims to analyze the concept of teacher ethics according to the Qur’an and Hadith, as well as its relevance to the thoughts of KH Imam Zarkasyi and Imam Al-Ghazali in the context of modern Islamic education. The research method used is library research with a qualitative-descriptive approach. The primary sources include Qur’anic verses and the Prophet’s Hadiths, while the secondary sources consist of scholarly works—both classical and contemporary—discussing teacher ethics. The results indicate that the Qur’an positions teachers as moral guides and mentors who lead learners toward truth, as reflected in Surah As-Saff [61]: 2–3, which emphasizes consistency between words and actions. The Prophet’s Hadith also describes teachers as the heirs of the prophets, bearing profound moral and spiritual responsibility. The perspectives of KH Imam Zarkasyi and Imam Al-Ghazali reinforce this concept by highlighting sincerity, trustworthiness, exemplary conduct, and moral education as the essence of a teacher’s role. Therefore, this study concludes that teacher ethics in Islam are not merely professional obligations but also transcendental values that play a crucial role in shaping students’ character in the modern educational era.
ANALISIS PERAN KOLABORASI ORANG TUA, GURU PAI DAN PESERTA DIDIK DALAM OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PAI Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Abdul Qodir; Abdus Somad; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kolaborasi antara orang tua, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan peserta didik dalam mengoptimalkan proses pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian menggunakan studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal nasional, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kolaborasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kolaborasi tiga arah merupakan faktor penting yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran PAI. Orang tua berperan sebagai penguat pendidikan karakter dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan di rumah; guru PAI berperan sebagai perancang, pelaksana, dan evaluator pembelajaran yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif; sedangkan peserta didik berperan sebagai subjek pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Studi ini juga menemukan bahwa sinergi komunikasi, dukungan emosional, serta keterlibatan aktif semua pihak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan religiusitas, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi orang tua–guru–peserta didik merupakan strategi fundamental dalam mengoptimalkan pembelajaran PAI, khususnya dalam konteks tantangan pendidikan modern yang menuntut peran aktif semua komponen pendidikan.
PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren