Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Love in Aladdin Movie Directed by Guy Ritchie Unpris Yastanti; Faridatul Hasanah; Anggraini Anggraini; Lia Nurmalia
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1 (2022): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v14i1.11749

Abstract

Love is an emotion or positive feeling like affection, sacrifice, and trust contained in human beings aimed at other human or other objects that are around it. In other words, love is sharing affection, struggle, and complement each other. The purpose of this research are to identify characteristics of love, types of love, and moral message in Aladdin Movie directed by Guy Ritchie. This research used descriptive qualitative method to analyze the data. The data are the scenes and the dialogs of the main character that contains the characteristic of love, types of love. The result of this study reveal that: (1) There are 3 characteristics of love in Aladdin movie, they are trust, healing, and teamwork. (2) There 7 types of love in Aladdin movie, there are eros, philia, storge, agape, ludus, pragma, and philautia. (3) The moral message contained in the movie; the true love has their ways to find their soul. Aladdin falling in love with Princess Jasmine. Although, there are a lot of problems and in difficult condition, finally, Aladdin got the Princess Jasmine’s love.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui BMT UGT Nusantara Cabang Kaliwates Bairatul Mufariha; Faridatul Hasanah; Natasya Putri Abellia
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i3.122

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui lembaga keuangan syariah, khususnya Koperasi BMT UGT Nusantara, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi ini berfungsi sebagai solusi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang seringkali menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dengan menerapkan prinsip syariah, BMT UGT Nusantara menawarkan produk pembiayaan yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga dapat membantu anggota dalam mengembangkan usaha mereka. Dalam penelitian ini, penulis menguraikan tantangan yang dihadapi oleh BMT UGT Nusantara, termasuk adaptasi terhadap teknologi digital dan persaingan dengan lembaga keuangan lain. Selain itu, pentingnya literasi keuangan di kalangan anggota juga menjadi sorotan, mengingat banyak anggota yang belum sepenuhnya memahami produk dan layanan yang ditawarkan. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman anggota mengenai pengelolaan keuangan dan produk yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT UGT Nusantara tidak hanya berperan dalam memberikan akses pembiayaan, tetapi juga dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program edukasi. Dengan demikian, koperasi ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan anggota. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya peran lembaga keuangan syariah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendorong inovasi dalam produk dan layanan yang ditawarkan.
TARI KELING GUNO JOYO SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT MOJO, SINGGAHAN, PULUNG, PONOROGO Yulia Anggraini S.A.B; Aulia Arifatuzzahro; Azzumrotul Marwah Al-ibrahimy; Intan Nur Kiptyah; Siti Nur Khasanah; Faridatul Hasanah; Vinka Tiara Pratiwi; Amroza Del Urba Azzahro
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i5.6541

Abstract

Tari Keling Guno Joyo is a traditional dance from Dusun Mojo, Singgahan Village, Pulung Subdistrict, Ponorogo Regency. This dance is not only entertainment but a symbol of cultural identity containing historical, customary, and mystical values. This study employs a qualitative descriptive method with an ethnographic approach to understand the philosophical meaning, historical values, and traditions inherent in Tari Keling. Data were collected through non-participant observation and in-depth interviews with traditional leaders, performers, and youth. The results show the dance represents togetherness, family values, and simplicity, serving as an educational and distinctive means of cultural preservation. This article aims to contribute to local cultural preservation and public understanding.
Sosialisasi Pola Asuh Untuk Meningkatkan Kesadaran Mengenai Pentingnya Keterlibatan Orang Tua Di PAUD Desa Galih Hadi Pradana, Pascalian; A. Zulkarnain Ali; Sumiati, Sumiati; Kasiatun; Lutfiah; Siti Mutmainnah; Hasanah; Nur Maisaroh; Musrifah; Linarmiati; Faridatul Hasanah; Nur Fitria; Husniatul Hasanah
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v4i2.73

Abstract

Sosialisasi dan pola asuh  untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahwa orang tua berpartisipasi dalam PAUD desa Galih merupakan salah satu inisiatif utama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tuadi desa galih. Setiap orang tua yang mempunyai anak usia dini di desa Galih harus menyadari betapa pentingnya partisipasi dan kolaborasi orang tua dengan lembaga PAUD desa galih. Program kesamaan dan kesinambungan PAUD di sekolah dan di rumah akan membantu anak usia dini melewati tugas perkembangan mereka dengan lebih baik. Orang tua dapat mengikuti pendidikan anak yang disediakan oleh lembaga PAUD desa galih untuk mendapatkan pemahaman dan cara merawat anak usia dini. Dari  kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang cukup signifikan dimana orang tua didesa Galih yang mempunyai balita mulai faham bagaimana cara merawat anak usia dini dengan benar dan lebih memperhatikan perekmbangan mereka salah satunya dengan cara menyekolahkan anak mereka di PAUD Desa Galih.
Etika Pendidik Menurut Al Quran dan Hadist: Penelitian Juwairiyah; Miftahul Hamida; Faridatul Hasanah; Asmaul Khusnah; Abdurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3490

Abstract

This study aims to analyze the concept of teacher ethics according to the Qur’an and Hadith, as well as its relevance to the thoughts of KH Imam Zarkasyi and Imam Al-Ghazali in the context of modern Islamic education. The research method used is library research with a qualitative-descriptive approach. The primary sources include Qur’anic verses and the Prophet’s Hadiths, while the secondary sources consist of scholarly works—both classical and contemporary—discussing teacher ethics. The results indicate that the Qur’an positions teachers as moral guides and mentors who lead learners toward truth, as reflected in Surah As-Saff [61]: 2–3, which emphasizes consistency between words and actions. The Prophet’s Hadith also describes teachers as the heirs of the prophets, bearing profound moral and spiritual responsibility. The perspectives of KH Imam Zarkasyi and Imam Al-Ghazali reinforce this concept by highlighting sincerity, trustworthiness, exemplary conduct, and moral education as the essence of a teacher’s role. Therefore, this study concludes that teacher ethics in Islam are not merely professional obligations but also transcendental values that play a crucial role in shaping students’ character in the modern educational era.